Berita Aceh Tamiang

Atasi Stunting, Mursil Arahkan Seluruh Pejabat Tamiang Jadi Orang Tua Asuh

Secara internal Mursil telah mengarahkan, agar seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi orang tua asuh.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Bupati Aceh Tamiang, Mursil. 

 Secara internal Mursil telah mengarahkan, agar seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi orang tua asuh.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang optimis, bisa menuntaskan persoalan stunting dalam waktu tiga bulan. 

Optimisme ini disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Mursil setelah mengumpulkan seluruh kepala puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk membahas rinci persoalan stunting pada awal pekan lalu.

Diketahui, angka stunting di Aceh Tamiang mencapai 1.300 anak.

"Saya minta data ini diperbaiki, nama dan dilengkapi alamat  biar tahu jumlah pastinya," kata Mursil, Sabtu (20/8/2022).

Mursil mengungkapkan, persoalan stunting ini tidak bisa dilakukan sendiri.

Selain dukungan seluruh pihak, penanganan stunting ini harus dilakukan secara utuh.

"Ini berkaitan dengan ekonomi warga karena ada unsur gizi di dalamnya, makanya saya meminta harus ada kepedulian dari warga lain yang ekonominya lebih baik," ujarnya.

Secara internal Mursil telah mengarahkan, agar seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi orang tua asuh.

Baca juga: Tangani Stunting, Pemerintah Aceh Luncurkan GISA, Pj Gubernur Tugaskan Sekda Kawal Seluruh Daerah

Agar tidak terlalu menjadi beban, pola orang tua asuh cukup satu pejabat membantu dua anak.

"Kalau ada rezeki lebih boleh lebih dua," ungkapnya.

Belum dijelaskan, mengenai teknis pola orang tua asuh ini karena masih akan dibahas melalui rapat lanjutan pada senin nanti.

"Nanti kita bahas lagi, kita cari solusi terbaik agar selesai dalam tiga bulan," ujarnya optimis.

Sebelumnya, Mursil mengultimatum seluruh kepala puskesmas di Aceh Tamiang mengatasi stunting dalam tiga bulan.

Bagi yang tidak mampu, akan dievaluasi dan terbuka peluang untuk dicopot dari jabatan.

Mursil mengaku, tidak tahu alasan belum teratasinya persoalan stunting.

Padahal dia secara khusus telah meminta Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin memimpin langsung mengatasi stunting.

“Kami sudah tiga tahun mengatasi ini, pak wakil sampai harus beli susu kambing etawa untuk keliling rumah warga,” kata Mursil.

Namun pergerakan ini dinilainya tidak diikuti level Puskesmas.

Dengan nada tinggi, Mursil memastikan dirinya akan mengevaluasi kinerja seluruh Puskesmas.

Bila dalam waktu tiga bulan tidak teratasi, kepala Puskesmas akan dicopot.

“Empat bulan lagi saya habis, saya mau ini selesai dalam tiga bulan. Kalau tidak selesai, maaf, kepala Puskesmas akan saya ‘habisi’,” tegasnya. (*)
 

Baca juga: Angka Stunting di Kota Langsa Hanya 1,4 Persen dari Total 12.406 Balita


Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved