Breaking News:

Berita Banda Aceh

Share Video Pembakaran Bendera Merah Putih ke Medsos, Satu Napi Lapas Banda Aceh akan Diperiksa 

Pasalnya, TD baru-baru ini didapati oleh tim Cyber Polda Aceh membagikan (share) atau merepost sebuah video yang memperlihatkan aksi pembakaran Bender

Penulis: Subur Dani | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, SH, SIK, MSi 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Polda Aceh akan memeriksa pria berinisial TD, narapidana atau warga binaan yang kini mendekam dalam penjara di Lapas Kelas II A Banda Aceh.

Pasalnya, TD baru-baru ini didapati oleh tim Cyber Polda Aceh membagikan (share) atau merepost sebuah video yang memperlihatkan aksi pembakaran Bendera Merah Putih di satu lokasi dengan latar belakang hutan.

Dalam video yang dilihat Serambinews.com, Sabtu (20/8/2022) pagi, video tersebut diawali dengan memperlihatkan sebuah poster berisi kalimat tentang penolakan HUT ke-77 Republik Indonesia.

"Kami selaku bangsa Aceh menolak hari ulang tahun RI ke-77 di Aceh. 17.8.2022. TTD AM," demikian isi penggalan tulisan dalam poster itu.

Setelah Bendera Merah Putih dibakar, kemudian tersisa bendera di belakangnya yakni bendera bintang bulan.

Baca juga: Polda Aceh Ungkap 11 Kasus Perjudian, Kabid Humas: Masyarakat jangan Takut Melapor

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, SH, SIK, MSi, dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Minggu (21/8/2022) mengatakan, pihaknya telah melakukan patroli cyber menyelidiki video itu.

"Kita sudah melakukan patroli cyber dan penyelidikan dan pendalaman bahwa video pertama diunggah oleh NU, warga Aceh yang tinggal di luar negeri. 

Kemudian data tersebut sudah kita kantongi dan kita proses penyelidikan yang nanti akan kita koordinasi ke pihak-pihak terkait," katanya.

Selanjutnya, pihak Polda Aceh mendapatkan satu akun Facebook bernama Virgous yang merepost dan membagikan video tersebut dengan menambahkan kata-kata "Aceh Sampoe Mate".

Setelah dilacak, akun tersebut ternyata dipakai oleh TD yang kini mendekam di Lapas Klas II A Banda Aceh.

Baca juga: Polda Aceh Minta Peran Aktif Pemilik Hewan Ternak dalam Pencegahan PMK

"Video kedua diunggah oleh berinisial TD dengan menggunakan akun FB Virgous Dua, yang bersangkutan menggunggah kembali dengan menambahkan kata-kata Aceh sampoe mate dan itu kita sudah lakukan penyelidikan, kita proviling kita dapatkan bahwa TD ini warga binaan di Lapas Klas II Banda Aceh kasus narkoba," katanya.

Atas kasus tersebut, Polda Aceh akan membuat laporan polisi model A untuk memeriksa TD dan pihak Polda Aceh juga sudah melakukan  koordinasi dengan saksi ahli.

"Kita sudah koordinasi dengan saksi ahli bahasa, ahli UU ITE, maka kita akan lakukan penyelidikan dan kita akan gelar perkara apakah perkara ini bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak," katanya.

Dari hasil penyelidikan dan koordinasi, lanjutnya, bahwa perkara itu dapat dikategorikan melanggar Pasal 28 Ayat 2 UU ITE yang intinya kata Winardy, memancing permusuhan antar golongan masyarakat.

"Kita juga sedang mendalami lokasi pembakaran bendera tersebut. Kepada TD kita ingin mendalami dari mana dia dapat video sehingga dia mengunggah kemabli.

Apakah video dibuat di Aceh atau bukan," demikian Winardy.

Baca juga: Penerima Beasiswa tak Sesuai Syarat Mangkir Dipanggil Penyidik, Polda Aceh Akan Rilis Nama-namanya

Serambinews.com juga menanyakan dari mana TD memperoleh HP untuk menggunggah video itu ke medsos dari dalam penjara. Winardy mengatakan pihaknya masih mendalami hal itu. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved