Suharso Monoarfa Dicopot PPP
Pidatonya Viral, Wakil Ketua PPP Aceh Musannif Dukung Permintaan Suharso Mundur dari Ketum Partai
Musannif mengatakan permintaan itu merupakan pilihan yang tepat karena Suharso dinilai telah menyakiti perasaan para kyai dan ulama
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya oleh tiga pimpinan Majelis DPP PPP.
Permintaan tersebut mendapat dukungan dari Wakil Ketua Organisasi, Keanggotaan, dan Kelembagaan (OKK) 3 DPW PPP Aceh H Musannif SE.
Musannif mengatakan permintaan itu merupakan pilihan yang tepat karena Suharso dinilai telah menyakiti perasaan para kyai dan ulama setelah menyampaikan pidato mengenai kyai terima amplop.
• Koalisi Golkar, PAN dan PPP Bertekad Membuat Masyarakat Indonesia Kaya Sebelum Menua
• Sejarah Baru, PPP Nagan Raya Meriahkan Peringatan Tahun Baru Islam
“Baik atas nama saya pribadi dan juga sebagai pengurus harian DPW PPP Aceh, saya sepakat Suharso harus mengundurkan diri sebagai Ketua PPP,” kata Musannif kepada Serambinews.com, Selasa (23/8/2022).
Musannif menegaskan bahwa PPP merupakan partai yang didirikan oleh para kyai dan alim ulama sehingga tidak sepantasnya Suharso menyakiti perasaan para kyai dan ulama baik melalui lisan maupun perbuatannya.
Sebelumnya diberitakan, Suharso dalam satu pidatonya yang viral menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke pesantren tertentu.
Kala itu, ia mengaku masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PPP.
Seusai melakukan kunjungan dan bertemu kiai pesantren, ia mengaku ditanya apakah meninggalkan sesuatu.
Ia kemudian mendapat penjelasan bahwa jika melakukan kunjungan mesti membawa tanda mata.
“Bahkan sampai hari ini, kalau kami ketemu di sana itu salamannya itu enggak ada amplopnya, itu pulangnya di sesuatu yang hambar. This is the real problem that we are facing today,” ujar Suharso.
Pernyataan itu disampaikan Suharso saat mengikuti Pembekalan Antikorupsi Partai Politik di gedung ACLC Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022).
Menurut Musannif, setelah viralnya pidato Suharso beberapa waktu lalu dan dianggap telah melukai perasaan para ulama, tidak terlihat gelagat baik dari Suharso untuk memperbaiki hubungan PPP dengan para kyai dan dunia pesantren.
“Apa yang telah disampaikan oleh Suharso sangat tidak pantas dan kesalahan bagi seorang pimpinan partai Islam di Indonesia,” katanya.
Selain itu juga, lanjut Musannif, elektabilitas PPP dibawah kepemimpinan Suharso Monoarfa juga tidak meranjak naik.