Breaking News:

Berita Sabang

Jaksa Geledah Kantor DLHK Sabang, Usut Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan TPA Senilai Rp 4,85 Miliar

Tim Jaksa turun ke Kantor DLHK setelah mendapat persetujuan izin penggeledahan dari Pengadilan Negeri (PN) Sabang.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Foto Dokumen Humas Kejari Sabang
Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sabang melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pembebasan lahan untuk pembangunan TPA Lhok Batee Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Rabu (24/8/2022). 

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM,SABANG - Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang, Rabu (24/8/2022).

Penggeledahan tersebut terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pembebasan lahan untuk pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) Lhok Batee Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang.

Siaran pers yang diterima Serambinews.com, Rabu (24/8/2022), menyebutkan, penggeledahan ini dipimpin langsung oleh Kajari Sabang, Choirun Parapat, SH, MH.

Tim Jaksa turun ke Kantor DLHK setelah mendapat persetujuan izin penggeledahan dari Pengadilan Negeri (PN) Sabang.

Kajari Sabang, Choirun Parapat, SH, MH mengatakan, pada penggeledahan tersebut, pihaknya menemukan dokumen-dokumen yang dibutuhkan penyidik untuk memperkuat bukti tindak pidana korupsi pada kegiatan pembebasan lahan untuk pembangunan TPA Lhok Batee Cot Abeuk pada tahun anggaran 2020 lalu.

“Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari dan mendapatkan dukumen-dokumen tambahan yang dibutuhkan tim penyidik,” kata Kajari.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Lab Bahasa, Keluarga Tersangka Kembalikan Kerugian Uang Negara

“Karena dokumen-dokumen tersebut sangat diperlukan untuk memperkuat pembuktian dan menetapkan calon tersangka,” lanjutnya.

Kajari juga menjelaskan, saat ini tim penyidik sedang menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari auditor Inspektorat Kota Sabang.

“Setelah hasil perhitungan kerugian negara diterima penyidik, maka selanjutnya akan ditetapkan tersangka dalam perkara ini,” pungkas Kajari.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved