Berita Nagan Raya
Tim Riset Akuakultur UTU Sosialisasi Inovasi Pakan Ikan di Nagan Raya
Sosialiasasi floating feed & sinking feed merupakan bagian dari riset swakelola antara UTU dengan Bappeda Aceh tahun 2022.
Laporan Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Tim Riset dari Program Studi Akuakultur atau Budidaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan sosialisasi inovasi pakan ikan berbasis bahan baku lokal Aceh.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gampong Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Selasa (23/8/2022).
Sosialiasasi floating feed & sinking feed merupakan bagian dari riset swakelola antara UTU dengan Bappeda Aceh tahun 2022.
Tema diangkat pemanfaatan bahan baku lokal untuk hilirisasi produk.
Turut hadir, Ketua LPPM UTU, Ir Rusdi Faizin, MSi, Dekan FPIK UTU, Prof Ali Sarong, Ketua Tim Riset, Farah Diana, MSi dan anggota, Afrizal Hendri, MSi, Sufal Diansyah, MSi, Dini Islama, MSi, Radhi Fadhillah, MSi, serta mahasiswa akuakultur serta pembudidaya ikan sebagai khalayak sasaran.
Ketua LPPM dan Dekan FPIK UTU menyampaikan, bahwa pakan ikan merupakan komponen urgent dan cost operasionalnya bisa mencapai 65% dari kegiatan budidaya ikan.
Baca juga: Lalat Tentara Hitam Ternyata Bisa Dimanfaatkan untuk Pakan Ikan Lele Sangkuriang, Kaya Senyawa Ini
"UTU berkewajiban memberikan solusi terhadap persoalan mahalnya harga pakan komersil dan pemanfaatan bahan baku lokal adalah solusi yang tepat untuk saat ini," kata Rusdi.
Dipilih Kecamatan Beutong sebagai host pada kegiatan ini karena merupakan zona perikanan budidaya air tawar dan produksi ikan air tawar terbesar di Nagan Raya.
Nagan sebagai sentral produksi salah satu bahan baku pakan ikan yang sangat besar yaitu berupa polishing.
"Hasil kunjungan tim akuakultur ke sentral budidaya di Nagan Raya dan Aceh Barat, didapatkan data bahwa harga pakan komersil (pellet) terus mengalami kenaikan," katanya.
Sedangkan harga jual ikan basah/fresh cenderung stabil atau dengan kata lain faktor input tidak sebanding dengan faktor output.
Hal ini tentunya membuat margin bisnis pembudidaya ikan menjadi kecil.
Baca juga: Dosen Unimal Latih Warga Buat Pakan Ikan dari Daun Kelor
"Tim riset akuakultur melakukan kegiatan sosialisasi sekaligus Focus Group Discussion (FGD) dengan khalayak sasaran guna memberikan pemahaman tentang pemanfaatan bahan baku lokal untuk dijadikan pakan ikan," katanya.
Hampir semua bahan baku/material untuk memproduksi pakan ikan tersedia di barat selatan Aceh, yakni tepung ikan (dari ikan kering), polishing (dari pabrik penggilingan padi), bungkil sawit (dari pabrik kelapa sawit), daun gamal (kebun, budidaya), jagung ternak (dari petani), dan daun mangrove (alam).
"Beberapa material tersebut setelah mengalami proses tertentu, maka langkah selanjutnya adalah formulasi, pelleting dan feeding test," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/inovasi-pakan-ikan.jpg)