Pingsan Dianiaya Oknum Polisi, Petugas Kebersihan di Palembang Lapor ke Propam, Kapolsek Membantah
Saat itulah korban mengaku dianiaya oknum polisi hingga pingsan dan harus dirawat di rumah sakit.
“Waktu dianiaya posisi korban tangannya diborgol dan pukuli sampai pingsan. Padahal korban tidak membawa narkoba seperti yang dituduhkan,” ujarnya.
Baca juga: Diduga Ada Penyiksaan oleh Oknum Polisi dalam Kasus Salah Tangkap Begal, Komnas HAM Angkat Bicara
Alex Sutra (36) kakak kandung korban terkejut mendapatkan telepon dari polisi.
Petugas itu mengatakan bahwa Aidil ditangkap atas tuduhan kepemilikan narkoba.
“Waktu di polsek mereka bilang adik saya DPO narkoba. Tapi malah adik saya dibawa ke rumah sakit, kami jadi bingung,” ujar Alex.
Sesampainya di rumah sakit, Alex dan keluarganya merasa terpukul melihat kondisi Aidil yang babak belur.
Karena curiga dianiaya, mereka meminta hasil visum ke pihak rumah sakit.
“Tapi ada polisi yang menghalangi dan tidak memberikan hasil visum tersebut,” jelasnya.
Aidil kini telah dibawa pulang dari rumah sakit, karena pihak keluarga tak memiliki uang yang cukup untuk menjalani perawatan.
Ia meminta agar anggota polisi yang telah menganiaya korban dapat segera diadili secara hukum.
“Kami minta Kapolda menindak lanjuti laporan ini, kami masyarakat tak mampu,” ungkapnya.
Baca juga: Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Polisi, Warga Pidie Melapor ke Polda Aceh
Terpisah, Kapolsek Seberang Ulu 1 Palembang, Kompol Ahmad Firdaus membantah anggotanya melakukan penganiayaan terhadap Aidil.
Ia menjelaskan, Aidil merupakan target operasi mereka yang melarikan diri saat dilakukan pemeriksaan.
“Tidak ada penganiayaan itu, bukan (dianiaya). Dia itu coba melarikan diri, untung kita selamatkan kalau nggak mati dia,” ujar Firdaus melalui sambungan telepon.
Ketika penangkapan berlangsung, Aidil, menurut Firdaus, melompat dari gedung pemeriksaan.
Sehingga ia pun mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.