Senin, 4 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Rudal Kereta Militer, 200 Tentara Ukraina Tewas

Rusia mengklaim menewaskan 200 tentara Ukraina setelah menembakkan rudal ke satu kereta militer di Dnipropetrovsk pada Rabu (24/8/2022)

Tayang:
Editor: bakri
AFP/SERGEY BOBOK
Polisi memeriksa kawah seusai serangan rudal di Desa Dokuchaievs, dekat Kharkiv, Ukraina 

“Tiga hari terakhir, yang penuh dengan peristiwa dari Janka ke semua bandara yang didapat partisan Ukraina, memberi banyak harapan,” kata Yuschenko kepada Pravda.

“Semuanya mengatakan bahwa kita berada dalam situasi di mana Putin sudah kalah, tentu saja.

Tapi kita belum menang,” lanjut Yuschenko.

Ukraina Berupaya Tangkap Putin

Ukraina berupaya menangkap Presiden Rusia Vladimir Putin lewat pengadilan internasional.

Enam bulan setelah invasi Rusia, para pejabat Ukraina kini tengah menyusun rencana untuk memastikan Putin dan komandan militernya akan diadili karena melancarkan perang.

Rencana Ukraina menempuh pengadilan internasional khusus untuk menyelidiki dugaan “kejahatan agresi” Rusia ini dipelopori oleh Andrii Smirnov, Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Ukraina.

Definisi kejahatan agresi diadopsi dalam Statuta Roma 2010, dan gagasan serupa tentang “kejahatan terhadap perdamaian” pernah digunakan dalam persidangan di Nuremberg dan Tokyo setelah Perang Dunia 2.

Mahkamah Pidana Internasional sendiri sudah menyelidiki kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida di Ukraina.

Tetapi, Pengadilan Kriminal Internasional tidak dapat menjangkau ke dalam tuduhan agresi karena baik Ukraina maupun Rusia tidak meratifikasi Statuta Roma.

“Pengadilan ini adalah satusatunya cara untuk memastikan bahwa para penjahat yang memulai perang Ukraina dimintai pertanggungjawaban dengan cepat,” kata Smirnov kepada AFP.

“Dunia memiliki ingatan yang pendek.

Itu sebabnya saya ingin pengadilan ini mulai berjalan pada tahun depan,” tambah dia.

Simirnov menyebut, Ukraina tahu bahwa terdakwa tidak akan hadir, tetapi pengadilan ini setidaknya akan berfungsi untuk memastikan bahwa Putin dan kroni-kroninya akan dicap sebagai penjahat serta tidak dapat melakukan perjalanan di dunia yang beradab.(cnnindonesia.com/kompas.com)

Baca juga: Perjuangan Rusia Cari Rekrutan Baru untuk Perang di Ukraina, Dijanjikan Hadiah Uang hingga Tanah

Baca juga: Estonia Tuduh Rusia Sebar Provokasi, Tuduh Warganya Membunuh Putri Orang Dekat Putin

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved