Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Satresnarkoba Polres Agara Amankan 92 Tersangka Kasus Narkoba Selama 2022, Sita Sabu 287,23 Gram

Satuan Resnarkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Tenggara mengamankan 92 orang sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba selama tujuh bulan di tahun 2022.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Bramanti Agus Suyono, SH, SIK, MH. 

Laporan Asnawi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Satuan Res narkoba (Satres narkoba) Polres Aceh Tenggara mengamankan 92 orang sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba selama tujuh bulan pada tahun 2022 ini.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Bramanti Agus Suyono, SH, SIK, MH menyebutkan, sejak Januari hingga Juli 2022, Sat Res narkoba Polres Agara menangani 59 kasus.

Dari jumlah itu, 92 orang sebagai tersangka dan 65 persen perkara sudah P21.

Sementara itu, barang bukti yang diamankan berupa sabu-sabu seberat 287,23 gram, dan ganja 4.541 gram.

"Jajaran Sat Res narkoba Polres Agara berkomitmen untuk memberantas narkoba di Agara dan melaksanakan perintah Kapolri," ujar Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Bramanti Agus Suyono, SH, SIK, MH didampingi Kasat Narkoba, AKP Sabrianda, SH, MH kepada Serambinews.com, Sabtu (27/8/2022).

Kapolres Agara, AKBP Bramanti melanjutkan, dalam penanganan kasus narkoba, mereka tidak main-main, apabila terbukti akan diproses secara hukum.

Baca juga: Berantas Narkoba, BNN Kota Sabang Tes Urine Pejabat dan Pegawai BPKS

Namun begitu, ucap Kapolres, untuk memberantas narkoba di Aceh Tenggara, bukan saja menjadi tugas polisi tetapi aparatur desa, masyarakat, dan dukungan Pemkab Aceh Tenggara.

Menurut Kapolres AKBP Bramanti, jajaran Polres Agara khususnya Sat Res narkoba Polres Agara terus melakukan razia untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di Aceh Tenggara.

"Jangan ada yang coba-coba membekingi, apalagi terlibat sebagai pengedar maupun bandar serta pengguna narkoba,” tukasnya.

“Bila terbukti ada oknum polisi yang terlibat penyalahgunaan narkoba akan ditindak tegas, bahkan dapat di-PTDH (dipecat dengan tidak hormat) dari kesatuan Polri," tegas AKBP Bramanti.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved