Breaking News:

Internasional

Warga Jalur Gaza Ubah Plastik Menjadi Bahan Bakar Solar, Nelayan Sangat Terbantu

Warga Jalur Gaza, Palestina memanfaatkan sampah plastik untuk dijadikan sebagai bahan bakar solar dengan harga terjangkau.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang pekerja Palestina menyiapkan plastik untuk diproses untuk mengekstrak bahan bakar di Jabalia di Jalur Gaza utara pada 23 Agustus 2022. 

"Kami mengikuti semua prosedur keselamatan di tempat kerja," katanya.

Tetapi Ahmed Hillis, direktur Institut Nasional untuk Lingkungan dan Pembangunan Gaza, khawatir akan bencana lingkungan dari industri yang tidak diatur ini.

“Metode yang digunakan belum sempurna dan sangat berbahaya bagi pekerja,” terutama karena mereka menghirup asap beracun, katanya kepada AFP.

Pembakaran plastik melepaskan dioksin, merkuri, dan gas beracun lainnya yang menimbulkan ancaman bagi tumbuh-tumbuhan, kesehatan manusia, dan hewan”, menurut Program Lingkungan PBB.

Hillis menambahkan bahaya lain dari pembakaran plastik, yang berasal dari hidrokarbon minyak bumi.
Tangki adalah "bom waktu karena bisa meledak" dari panas, katanya.

Di Gaza, di mana baku tembak antara militan Palestina dan Israel selama tiga hari awal bulan ini menewaskan sedikitnya 49 warga Palestina.

Tetapi, risiko kesehatan sebanding dengan kenyataan ekonomi.

Kafarneh (25) mengatakan idealnya akan meningkatkan kit mereka ke tangki yang lebih aman yang dioperasikan oleh listrik.

"Tapi itu tidak tersedia karena blokade Israel," katanya.

Sejak 2007, ketika gerakan Islam Hamas menguasai Jalur Gaza, Israel sangat membatasi arus orang dan barang masuk dan keluar tempat 2,3 juta orang tinggal.

Sementara, Pengangguran telah mencapai 47 persen dan upah harian rata-rata sekitar 60 shekel ($18), menurut Biro Pusat Statistik Palestina.

Baca juga: Jet Tempur Israel Bombardir Kuburan di Jalur Gaza, Bukan Roket Jihad Islam, Lima Anak-Anak Tewas

Bensin yang dikirim dari Israel melonjak hingga delapan shekel ($2,40) per liter di Gaza, setelah invasi Rusia ke Ukraina membuat harga bahan bakar global melonjak, sebelum mundur.

Itu membuat permintaan melonjak untuk bahan bakar Kafarneh, dengan nelayan dan petani di antara pelanggan utama.

Di sisi pelabuhan di Kota Gaza, Abd Al-Muti Al-Habil menggunakan selang untuk mengisi tangki kapal nelayannya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved