KUPI BEUNGOH

Jurus Sun Tzu Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki

Pj Gubernur Aceh dengan cepat menemukan lima isu kunci, yaitu kemiskinan, kesehatan (stunting), inflasi, Indeks Pembangunan Manusia, dan dana otsus.

FOR SERAMBINEWS.COM
Risman Rachman, pemerhati politik dan pemerintah Aceh. 

Oleh: Risman Rachman*)

USAI dilantik sebagai Pj Gubernur Aceh pada Rabu (6/7/2022), Achmad Marzuki langsung memakai jurus Sun Tzu berupa “kenali dirimu, kenali lawanmu, kenali medan pertempuranmu”.

Kenali diri artinya, sebagai Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki menyadari bahwa sebagai petinggi eksekutif, dirinya bukan lagi petinggi militer.

Karena itu, kunci kesuksesannya bukan lagi pada sistem komando melainkan pada kemampuan menghadirkan konsolidasi melalui jalinan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi.

Terbukti, usai dilantik berbagai kegiatan silaturahmi dilakukan, tidak terbatas dengan internal eksekutif tapi juga dengan mitra legislatif serta meluas dengan berbagai pihak, termasuk dengan ulama, jusrnalis dan lembaga swadaya masyarakat.

Kenali lawanmu artinya, sebagai Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki memperbaiki suasana batin politik Aceh, yang awalnya tidak harmonis menjadi semakin komunikatif. Semua komponen diajak untuk bersama-sama ambil peran dalam memperbaiki Aceh.

Baca juga: Pj Gubernur Aceh Minta Dukungan Luhut Agar Geotermal Seulawah Bisa Segera Dieksplorasi

Terbukti, dalam berbagai kesempatan Achmad Marzuki senantiasa mengajak berbagai pihak dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan olehnya. Minimal, mengkomunikasikan apa yang sudah dilakukan, yang dipandang dapat memberi dampak baik bagi Aceh.

Kenali medan pertempuran artinya, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki secara cepat memetakan apa saja yang sedang menjadi pernasalahan Aceh dan itu menjadi isu sorotan berbagai pihak.

Dengan kemampuan koordinasi internal dan jalinan pertemanan dengan berbagai pihak, Pj Gubernur Aceh dengan cepat menemukan lima isu kunci, yaitu kemiskinan, kesehatan (stunting), inflasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan dana otsus.

Dengan mengenali medan pertempuran pada lima masalah kunci itu, Pj Gubernur Aceh lalu menemukenali potensi di atas dan di dalam bumi Aceh yang dapat didayagunakan untuk mengatasi 5 isu utama.

Setidaknya, ada 25 potensi di atas bumi Aceh yang menjadi komoditi unggulan, tiga diantara yang paing besar adalah padi, sawit, jagung, dan pisang. Dan, dan ada 15 kabupaten/kota yang di dalam perut buminya mengandung berbagai mineral logam.

Pj Gubernur Aceh memilih strategi tumbuh bersama untuk mengatasi 5 masalah utama Aceh.

Baca juga: DPRA Apresiasi Pj Gubernur Surati Presiden Minta Bantuan Khusus Atasi Kekurangan Anggaran

Tumbuh bersama ini bermakna mengoptimalisasi masing-masing kawasan strategis dengan membangun industri hulu hilir berbasis SDA, konektivitas infrastruktur antar kawasan strategis, peningkatan skala ekonomi masyarakat berbasis koperasi, dan membantu fasilitasi pembiayaan, pendampingan dan perizinan.

Tidak hanya itu, Pj Gubernur Aceh juga melakukan 7 program quick wins berupa: membuka ekspor langsung berupa CPO melalui pelabuhan di Aceh, membangun kawasan lumbung pangan dan pakan ternak, membangun pabrik minyak goreng, tepung tapioka dan gula, membangun agro industri dan Atsiri, pembangunan dryport di Bener Meriah untuk ekspor kopi, dan berbagai produk dari Aceh bagian tengah, pengawalan potensi investasi, seperti Semen Laweung dll, mendorong PT PEMA masuk ke industri pengelolaan hasil pertanian dan perikanan.

Untuk mewujudkan itu semua, Pj Gubernur Aceh juga menjemput sokongan dan dukungan langsung ke berbagai kementerian, bahkan memohon dukungan langsung kepada Presiden RI.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved