Breaking News:

Pria di Tegal Tewas Ditembak Adik Kandung, Pelaku Disuruh Ayah Tembak Korban, Ini Motifnya

Polres Tegal kini telah menetapkan Dirto (34) dan Tarwad (55) sebagai tersangka kasus kasus penembakan yang menewaskan Casbari (40).

Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/Tresno Setiadi
Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya bersama Kasatreskrim AKP Vonny Varizky saat menginterogasi dua tersangka pembunuhan berencana yang menewaskan anak/ kakak kandung di Desa Pedeslohor, dalam ungkap kasus di Mapolres Tegal, Kamis (1/9/2022). 

SERAMBINEWS.COM, TEGAL - Seorang penjual nasi goreng di Kabupaten Tegal bernama Casbari (40) tewas akibat luka di kepala, Rabu (31/8/2022) dini hari.

Casbari tewas ditembak oleh adik kandungnya sendiri bernama Dirto (34).

Dalang penembakan ternyata ayah kandung korban dan pelaku bernama Tarwad (55).

Dirto mengaku diberi uang oleh bapaknya Tarwad sebesar, Rp 6 juta untuk mengeksekusi korban yang juga kakak kandungnya.

Uang itu selanjutnya digunakan Dirto untuk membeli senapan angin sebelum menembak korban.

Polres Tegal kini telah menetapkan Dirto (34) dan Tarwad (55) sebagai tersangka kasus kasus penembakan yang menewaskan Casbari (40).

Korban adalah warga Desa Pedeslohor, Kecamatan Adiwerna, Tegal, Jawa Tengah, pada Selasa (30/8/2022) malam.

Dirto dan Tarwad adalah sebagai adik kandung dan ayah korban sebagai tersangka.

Keduanya diketahui sudah merencanakan pembunuhan menggunakan senapan angin.

Baca juga: Dua Kematian Warga AS Menjadi Pengecualian Tahun Ini, Warga Palestina Ditembak Dibiarkan

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at mengungkapkan, tersangka Dirto ditangkap kurang dari 24 jam setelah polisi melakukan pengejaran hingga ke wil ayah Kecamatan Paguyangan, Brebes, Rabu (31/8/2022).


"Pada pukul 17.00 WIB, Rabu, tersangka Dirto berhasil ditangkap saat bersembunyi di daerah Paguyangan, Brebes," kata Arie saat konferensi pers di Mapolres Tegal, Kamis (1/9/2022).

Setelah Dirto yang berperan sebagai eksekutor berhasil ditangkap, diketahui jika penembakan sudah direncanakan sebelumnya bersama Tarwad.

Dirto mengaku diberi uang oleh bapaknya Tarwad sebesar, Rp 6 juta untuk mengeksekusi korban yang juga kakak kandungnya.

Dirto saat mengeksekusi korban menggunakan senapan angin yang dibeli dari uang pemberian Tarwad seharga Rp 2,5 juta.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved