Berita Aceh Besar
Dua Keluarga Sepakat Damai Terkait Pemukulan Santri di Bustanul Ulum di Aceh Besar
Insiden pemukulan antarsantri tahfizd di Dayah Bustanul Ulum Bukit Baro Gampong Cot Goh Kecamatan Montasik, Aceh Besar, berakhir dengan damai
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Indra Wijaya | Jantho
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Insiden pemukulan antarsantri tahfizd di Dayah Bustanul Ulum Bukit Baro Gampong Cot Goh Kecamatan Montasik, Aceh Besar, berakhir dengan kesepakatan damai.
Perdamaian antara dua keluarga santri yang terkait dalam insiden pemukulan itu, difasilitasi oleh Polsek Montasik, Aceh Besar.
“Alhamdulillah, semuanya telah clear dan kedua keluarga telah menandatangani nota kesepakatan damai di Mapolsek Montasik, Jumat (02/09/2022) tadi malam.
Terimakasih seluruh staf terkait Pemkab Aceh Besar, juga kepada pihak Polsek Montasik yang ikut bekerja keras dan concern untuk menuntaskan insiden kesalahpahaman antarsantri itu,” kata Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, , Sabtu (03/09/2022).
Insiden pemukulan itu sendiri terjadi, Sabtu (27/08/ 2022) malam.
Baca juga: Viral Video Santri Asal Simeulue di Aceh Besar Jadi Korban Pemukulan Senior, Iswanto Turunkan Tim
Kejadian tersebut berawal dari candaan berupa korban melempar ular mainan, hingga akhirnya berujung pemukulan.
Usai insiden tersebut, beredar video pengakuan santri M yang menjadi korban pemukulan dan viral di media sosial.
Kedua santri yang terkait dengan insiden itu berasal dari Aceh Barat dan Simeulue yang menempuh pendidikan di Bustanul Ulum Cotgoh untuk mengikuti program Tahfizh.
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto langsung menurunkan tim ke Bustanul Ulum untuk menuntaskan kasus antarsantri tersebut.
Baca juga: Viral Video Santri Dianiaya Sesama Santri, Disebut-sebut Gegara Ular Plastik, Ini Klarifikasi Ponpes
Iswanto juga terus memantau dan mengonsolidir staf terkait, untuk terus bekerja menuntaskan kasus dimaksud.
Hingga akhirnya terwujud perdamaian antara kedua keluarga di Mapolsek Montasik.
“Sekali lagi saya ingatkan, agar semua pihak mengambil hikmah dari insiden ini, hingga tak terulang di kemudian hari.
Kita ingin menciptakan kesejukan dan kedamaian dalam lingkup dayah atau pendidikan umum sekalipun.
Sebagai bagian dari mewujudkan out put pendidikan yang berkualitas, santun dan berakhlaqul karimah,” tutur Iswanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sepakat-damai_pemukulan-santri_Aceh-Besar_2022.jpg)