Breaking News:

Berita Sepakbola

Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Balon Ketua PSSI Aceh karena Lampiran SK Klub, Zulfadhli Ajukan Banding

Tak Terima dengan keputusan tersebut, Zulfadhli juga mengajukan banding ke Komite Banding Pemilihan (KBP) Kongres Asprov PSSI Aceh, Senin (5/9/2022).

Penulis: Jamaluddin | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/JALIMIN
Bakal calon ketua Asprov PSSI Aceh periode 2022-2026, Ade Zulfadhli 

Laporan Jamaluddin I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Presiden Klub Persip Pasee, Aceh Utara, Zulfadhli merupakan satu dari empat bakal calon (balon) Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh yang dinyatakan tak memenuhi syarat dalam proses verifikasi berkas oleh Komite Pemilihan (KP) Asprov PSSI Aceh.

Tak Terima dengan keputusan tersebut, Zulfadhli juga mengajukan banding ke Komite Banding Pemilihan (KBP) Kongres Asprov PSSI Aceh, pada Senin (5/9/2022).

Seperti diketahui, tiga bakal calon ketua lain yang juga mengajukan banding adalah Iskandar Usman Al-Farlaky, Wahyu Wahab Usman, dan Fakhrurrazi H Cut.

Menurut Zulfadhli, surat banding tersebut diserahkan oleh stafnya, Wahyudi, kepada anggota KBP Kongres Asprov PSSI Aceh di Kantor Asprov PSSI Aceh, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Senin (5/9/2022) pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Surat permohonan banding tertanggal 4 September 2022 yang diajukan Zulfadhli berisi empat poin:

Pertama, Bahwa sehubungan dengan surat Komite Pemilihan Kongres Asprov PSSI Aceh Nomor: 05/KP-PSSI ACEH/IX/2022 tanggal 02 September 2022 tentang pemberitahuan hasil verifikasi berkas bakal calon ketua yang dialamatkan kepada kami tentang pemberitahuan Tidak Memenuhi Persyaratan administrasi yaitu Lampiran SK Persip Pasee belum mendapat pengesahan oleh Asprov PSSI Aceh.

Kedua, Bahwasanya saya menyatakan keberatan terhadap hasil verifikasi sebagaimana tercantum pada poin di atas dan saya menyatakan melakukan banding dengan pertimbangan: (a). Mengacu pada persyaratan kriteria wajib poin 2 yaitu memiliki pengalaman selama lima tahun (baik berturut-turut atau tidak) dalam mengelola sepak bola di organisasi PSSI Pusat, Asprov PSSI Provinsi Aceh, Askab/Askot Se- Aceh dan Anggota klub Asprov PSSI Aceh dibuktikan dengan SK Kepengurusan.

Baca juga: Fakhrurazi H Cut dan Zulfadhli Juga Banding ke KBP Usai Terganjal Pencalonan Ketua PSSI Aceh

(b). Dalam poin tersebut sangat jelas tidak ada kalimat yang menyatakan SK Kepengurusan harus mendapatkan pengesahan dari Asprov PSSI Aceh. (c). Mengacu kepada statuta PSSI tahun 2019 Bab V Pasal 38 Ayat 3 yaitu masa jabatan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif adalah empat tahun. Mereka dapat dipilih kembali masa jabatan mereka akan dimulai sejak berakhirnya kongres PSSI yang telah memilih mereka dan berakhir pada akhir kongres PSSI dimana penerus mereka yang baru terpilih.

(d). Sesuai bunyi ayat di atas, maka saya sampai dikeluarkannya Surat Komite Pemilihan Asprov PSSI Aceh masih berstatus resmi sebagai Anggota Eksekutif Komite Asprov PSSI Aceh sehingga saya secara legalitas memiliki kekuatan hukum untuk mencalonkan diri kembali sebagai Bakal Calon Ketua.

“Saya menyatakan keberatan dan menolak semua keputusan yang dikeluarkan oleh Komite Pemilihan Asprov PSSI Aceh karena tidak sesuai dengan statuta PSSI tahun 2019 serta meminta kepada Komite Banding Pemilihan (KBP) untuk mengesahkan saya sebagai Calon Ketua Asprov PSSI Aceh,” tulis Zulfadhli pada point ketiga dalam surat yang ditandatanganinya dan ikut dikirimkan ke Serambinews.com, Senin sore.

“Demikian surat banding ini saya sampaikan, semoga dapat dipergunakan seperlunya,”demikian bunyi poin keempat surat banding yang disampaikan oleh Zulfadhli kepada anggota KBP Kongres Asprov PSSI Aceh, pagi tadi.

Zulfadhli kepada Serambinews.com, tadi malam, juga menyampaikan, alasan Komite Pemilihan yang menyatakan dirinya tak memenuhi persyaratan sebagai bakal calon (Balon) Ketua Asprov PSSI Aceh karena SK Kepengurusan Persip Pase yang tidak mendapatkan pengesahan Asprov PSSI Aceh adalah upaya penjegalan bagi calon lain oleh pengurus Asprov PSSI periode sekarang agar calon lain tak bisa maju dalam pemilihan ketua Asprov PSSI Aceh yang baru.

Padahal, menurut Zulfadhli, mengacu kepada bunyi ketentuan ayat 2 di persyaratan wajib, para balon ketua PSSI Asprov Aceh adalah memiliki pengalaman 5 tahun ( baik berturut turut atau tidak) dalam mengelola sepak bola di organisasi PSSI Pusat, Asprov PSSI Aceh, Askab/Askot Se-Aceh dan Anggota Klub Asprov PSSI Aceh yang dibuktikan dengan SK Kepengurusan.

Baca juga: Bacalon Ketua PSSI Aceh Ajukan Banding ke KBP, Digugurkan KP Hanya Gegara Surat PN Idi Telat Sampai

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    PSM Makasar
    19
    10
    8
    1
    33
    8
    21
    38
    2
    Madura United
    19
    11
    3
    5
    26
    14
    10
    36
    3
    Persib
    18
    11
    3
    4
    31
    25
    5
    36
    4
    Persija Jakarta
    19
    10
    5
    4
    23
    11
    8
    35
    5
    Bali United
    19
    11
    1
    7
    40
    21
    14
    34
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved