Breaking News:

Kupi Beungoh

Ambil Hikmahnya

Ajaib! Listrik tiba-tiba mati. Genset yang digunakan sebagai tenaga rupanya tidak bekerja dengan baik. Apa cerita, pertandingan dibatalkan.

Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Muhammad Alkaf 

FRASA di atas menggambarkan sikap menerima atas takdir yang sudah berlaku. Terutama bila gagal yang dialami. Selalu saja ada yang bilang, "Jangan disesali. Apa pun itu, pastilah ada hikmahnya."

Kekalahan Persiraja dengan skor 0-3 kemarin harus dilihat dari sikap demikian. Memang kekalahan yang tidak masuk akal: pertandingan tidak berlangsung karena stadion gelap gulita karena kehampaan listrik, tetapi bisa kalah sedemikian rupa.

Bisa jadi, inilah kemenangan paling ajaib bagi PSMS selama beberapa kurun dekade. Datang ke Banda Aceh dengan segenap persiapan, bahkan Gubernur Sumut, Brother Edy juga sampai harus memberi dukungan langsung dari tribun, menunjukkan kalau laga melawan Persiraja bukan perkara gampang.

Dapat disebut pertandingan itu merupakan Derby Sumatra. Apalagi ketika mereka tahu kalau Persiraja sehari sebelum pertandingan sudah ziarah ke makam salah satu ulama, PSMS pun harus bersiap diri.

Persiraja sudah bersiap. Lahir dan batin. Tidak hanya strategi yang telah diracik oleh tim pelatih, tetapi juga kesiapan batin dan spiritualitas. Pokoknya, pertandingan perdana ini harus menjadi gelegar.

Tiket mahal pun tak jadi soal. Penonton berjubel di dalam stadion. PSMS pastilah sudah bersiap. Mau tidak mau, mereka harus berjuang juga di atas lapangan hijau. Syukur-syukur bisa bawa pulang satu poin.

Namun, entahlah PSMS yang lebih diberkati, mereka tidak hanya membawa pulang satu poin, melainkan tiga poin yang diperoleh tanpa berkeringat.

Ajaib! Listrik tiba-tiba mati. Genset yang digunakan sebagai tenaga rupanya tidak bekerja dengan baik. Apa cerita, pertandingan dibatalkan. Stadion H. Dimurthala berasaplah. Mirip-mirip stadion di Eropa Timur.

Bedanya, di sana asapnya warna-warni. Asik untuk dilihat. Sedangkan di H. Dimurthala mencekam. Asap menyala dari api yang berkobar.

Panitia panik. Laporan salah satu media online menyebutkan kalau mati lampu terjadi karena kehendak ilahi. Agak laen memang panitia kali ini.

Tapi apa mau dicakap. Nasi bukan lagi udah jadi bubur, tapi udah jadi air. Pertandingan dibatalkan. Persiraja mendapatkan balanya.

Entah sanksi apa yang sedang disiapkan. PSMS pun balek ke Medan dengan full senyum. Tiga poin tanpa berkeringat. Persiraja pun dapat hikmahnya. Jadi gak kosong-kosong kalilah.(*)

PENULIS adalah Esais Aceh

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggungjawab penulis.

Baca juga: Manajer Persiraja Ust Umar Rafsanjani Ceritakan Kronologi Lampu Stadion H Dimurthala Tiba-tiba Padam

Baca juga: Skull Minta Persiraja Fokus Hadapi Laga Selanjutnya, T Iqbal Djohan: Tunggu Hasil Investigasi Polisi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved