Berita Aceh Tamiang
Kerap Banjir hingga Sebabkan Gagal Panen, Warga di Pesisir Tamiang Enggan Bersawah
“Bukan untung yang didapat, perhiasan istri sampai terjual untuk modal tanam, tapi gagal terus,” ungkapnya.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
“Maksudnya kalau mau diperbaiki yang sekaligus, kalau cuma satu, tetap saja air sungai masuk,” ungkapnya.
Dia berharap, pembenahan daerah aliran sungai dilakukan serius dengan memerhatikan aspek kebutuhan masyarakat.
Baca juga: VIDEO Banjir 50 Cm Genangi Badan Jalan Nasional di Lamno Aceh Jaya
“Ini menyangkut hidup kami, biaya sekolah, biaya makan ya kami gantungkan dari sawah,” ujarnya.
Diketahui masyarakat Kampung Rantaupakam, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang sempat bergotong-royong mendirikan tanggul darurat untuk menghalau banjir kiriman pada Senin (22/8/2022) lalu.
Gotong-royong ini dilakukan warga, dengan menambal tanggul lama yang sudah rusak menggunakan karung berisi tanah.
Datok Penghulu Kampung Rantaupakam, Ruslan mengatakan, gotong royong menambal tanggul rusak ini merupakan hasil musyawarah kampung.
Kebetulan, kata dia, BPBD Aceh Tamiang bersedia menyuplai 3 ribu kantung goni.
Dalam musyawarah itu disepakati, satu kepala keluarga dibebani 10 karung untuk diisi tanah.
Dia mengatakan, perbaikan tanggul di daerah itu dilakukan bertahap, yakni perbaikan Telukhalban dilakukan tahun ini, sedangkan Rantaupakam tahun depan. (*)
Baca juga: Pemerintah Aceh Salur Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Selatan