Berita Banda Aceh
WN: Aceh Siap Bentuk Badan Khusus Pengelolaan Hutan, Kagum pada Presiden Putin
Wali Nanggroe (WN) Aceh, Tgk Malik Al Haythar kembali diundang sebagai salahsatu pembicara secara virtual pada forum internasional
BANDA ACEH - Wali Nanggroe (WN) Aceh, Tgk Malik Al Haythar kembali diundang sebagai salahsatu pembicara secara virtual pada forum internasional ‘Eeastern Economic Forum’ yang diselenggarkan oleh Pemerintah Rusia, Rabu (7/9/2022).
Pada kegiatan Eeastern Economic Forum yang bertajuk Climate Agenda: New opportunities in the new reality, salahsatu bahasan khusus yang disampaikan Wali Nanggroe adalah perkembangan terkini Kota Banda Aceh, akibat dari pemanasan global yang mengalami kenaikan permukaan laut hingg satu meter.
Peningkatan curah hujan akibat dari perubahan iklim diprediksi akan lebih banyak terjadi, sehingga meningkatkan resiko tanah longsor dan erosi, yang dipercepat dari interior pegunungan yang menutupi sebagian besar wilayah Aceh.
Demikian pula dengan banjir besar akibat curah hujan yang besar dapat membahayakan populasi di dataran rendah sebagai wilayah penyumbang sebagian besar hasil pertanian.
Banjir dengan skala tersebut juga akan berdampak pada perikanan pesisir, karena meningkatnya beban sedimen yang terbawa ke laut.
“Menyadari bahaya ini, kami di Aceh berkomitmen untuk memainkan peran kami dalam mitigasi perubahan iklim.
Misalnya, kami mendukung beberapa inisiatif sektor swasta untuk proyek Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) atau pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan, yang akan melindungi ratusan ribu hektar hutan dan simpanan karbon yang dikandungnya,” kata Wali Nanggroe.
Wali Nanggroe menambahkan, saat ini Aceh sedang mempersiapkan Badan Pengelola Sumber Daya Hutan, yang akan mengelola secara mandiri potensi karbon yang diperkirakan mencapai 6 juta ton Carbon Dioxide Equivalent (CO2e) per tahun.
Aceh juga mengupayakan untuk memasukkan studi lingkungan dalam kurikulum sekolah lokal, sehingga generasi muda lebih berkomitmen untuk melindungi lingkungan, berjuang untuk konservasi hutan, terumbu karang, dan perikanan lepas pantai.
Wali Nanggroe mengaku, telah membuat permohonan khusus kepada kelompok masyarakat sipil di Aceh untuk memperkuat pekerjaan yang telah dilakukan dalam rangka melindungi simpanan.
Baca juga: Wali Nanggroe Sentil Kemiskinan Aceh di Hari Damai: Ini Sebenarnya Amat Memalukan bagi Bangsa Aceh
Baca juga: Wali Nanggroe dan Konjen Singapura Bahas Investasi di Aceh
“Generasi muda kita berani dan menunjukkan dedikasi nyata dalam berjuang untuk mencapai pekerjaan penting ini,” sebutnya.
Pada bagian lain, Wali Nanggroe juga menyampaikan kekagumannya atas pekerjaan mulia yang telah dilakukan Presiden Vladimir Putin dalam melindungi Harimau Siberia dan habitatnya.
Di Aceh, sebut Wali Nanggroe, jumlah Harimau Sumatera diperkirakan kurang dari 300.
Jika satu generasi saja bersantai dalam upaya konservasi, maka makhluk tersebut bisa menghilang dari planet ini selamanya.
“Dan generasi ke depan akan menyalahkan kita selamanya.