Internasional
Iran Desak IAEA Tidak Menyerah ke Israel, Siap Bekerjasama Tumpas Anak Emas AS Itu
Pemerintah Iran siap melanjutkan kerjasamanya dengan pengawas nuklir PBB. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, Senin (12/9/2022)
Namun Inggris, Prancis dan Jerman mengatakan mereka memiliki keraguan serius tentang niat Iran setelah mencoba menghubungkan kebangkitan kesepakatan dengan penutupan penyelidikan IAEA.
Kanaani menyebut pernyataan Eropa tidak konstruktif.
“Baik AS maupun Eropa harus membuktikan bahwa mereka tidak memprioritaskan kepentingan rezim Zionis (Israel) ketika mengambil keputusan politik,” katanya.
Baca juga: Presiden Korsel Tegaskan Tidak Akan Mencari Penangkal Nuklir, Utamakan Diplomasi Dengan Korea Utara
Presiden AS saat itu Donald Trump mengingkari kesepakatan nuklir pada 2018.
Trump mengatakan kesepakatan itu terlalu lunak terhadap Iran.
Kemudian, menerapkan kembali sanksi terhadap Republik Islam.
Mendorong Teheran untuk mulai melanggar pembatasan nuklir kesepakatan itu setahun kemudian.(*)