Minggu, 26 April 2026

Lifestyle

Ternyata Bukan dari Indonesia, Ini Sejarah dan Makna Mangkuk Ayam yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Google Doodle hari ini Senin (12/9/2022) menampilkan potret mangkuk ayam jago. Apasih makna mangkuk ayam jago yang muncul pada Google Doodle hari ini?

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Taufik Hidayat
Google
Tampilan Google Doodle hari ini, Senin (12/9/2022). 

Ternyata Bukan dari Indonesia, Ini Sejarah dan Makna Mangkuk Ayam yang Jadi Google Doodle Hari Ini

SERAMBINEWS.COM - Berikut sejarah dan makna makna mangkuk ayam yang jadi Google Doodle hari ini.

Google Doodle hari ini, Senin (12/9/2022), menampilkan potret mangkuk ayam jago.

Lantas, apasih makna mangkuk ayam jago yang muncul pada Google Doodle hari ini?

Doodle adalah perubahan logo Google yang asyik, mengejutkan, dan kadang spontan, untuk merayakan liburan dan peristiwa penting, serta memperingati kehidupan ataupun tokoh pentig.

Pada hari ini, Senin (12/9/2022) Google Doodle menampilkan potret mangkuk ayam jago.

Mangkuk ayam jago itu berwarna putih dan bergambar ayam jago berekor hitam, lengkap dengan hiasan bunga peoni dan daun pisang.

Baca juga: Mengenang Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Indonesia yang Diilustrasikan Google Doodle Hari Ini

Bagi masyarakat Indonesia, mangkuk ayam jago sudah tak asing lagi.

Pasalnya, setiap rumah setidaknya memiliki satu mangkuk keramik dengan gambar khas ini.

Tak hanya disetiap rumah, bahkan di warung makan khususnya yang menjual mie sop hingga bakso menyajikan sajian makanannya dengan mangkuk berciri khas ini.

Lantas, bagaimana asal mula mangkuk ayam jago yang menjadi Google Doodle hari ini?

Asal mulanya dari China

Dikutip dari Kompas.com, mangkuk legendaris ini ternyata bukan asli dari Indonesia, melainkan dari China.

Di China, mangkuk ini tidak hanya populer sebagai perangkat makan sehari-hari.

Benda ini merupakan perangkat makan yang wajib digunakan sebagai seserahan dalam upacara pernikahan di China.

Orang Kanton, dari Guangdong, China Selatan, menyebut mangkuk ayam jago dengan Jigongwan.

Penduduk di wilayah China utara menyebut mangkuk ini sebagai Gongjiwan, sementara orang dengan dialek Minnan menyebutnya Jijiaowan.

Mangkuk ayam jago lahir pada masa Dinasti Ming periode pemerintahan Kaisar Chenghua (1465-1487).

Baca juga: Sosok Sariamin Ismail, Novelis Perempuan Pertama Indonesia yang Menjadi Google Doodle Hari Ini

Kala itu, Kaisar memesan empat buah cawan bergambar ayam jago dan ayam betina pada pengrajin keramik khusus kekaisaran di daerah Jingdezhen (Provinsi Jiangxi).

Kaisar Chenghua memesan empat buah cawan keramik dengan teknik doucai, khusus untuk dirinya dan sang istri sebagai tanda cinta.

Cawan tersebut terkenal dengan nama Jigangbei atau "cawan ayam", terdiri dari gambar ayam jago, ayam betina, dan anak ayam.

Gambar tersebut bermakna kemakmuran, terlebih dengan kehadiran anak ayam sebagai pertanda banyak anak, banyak rezeki.

Filosofi dan makna mangkuk ayam jago

Jigangbei aau mangkuk dengan gambar ayam ini memiliki makna simbolis.

Kata Ji berarti ayam, mirip dengan bunyi kata Jia yang bermakna rumah.

Gambar bunga peoni melambangkan kekayaan.

Sementara pohon pisang dengan bentuk daunnya yang lebar dimaknai sebagai keberuntungan keluarga.

Kaisar-kaisar China begitu menyukai mangkuk ayam jago tersebut.

Beberapa penggemar Jigangbei seperti Kaisar Wanli (memerintah 1572-1620) dan Kaisar Kangxi (memerintah 1661-1722) dari Dinasti Qing.

Baca juga: Tahun Baru 2021 - Ini Dia Kumpulan Google Doodle Malam Tahun Baru sejak 2012

Begitu sukanya mereka dengan mangkuk tersebut, sampai-sampai mematok harga tinggi untuk gambar ayam jago.

Selain itu, ada pula Kaisar Qian Long (memerintah 1735-1796) yang membuat puisi khusus berisi pemujaan pada mangkuk ayam jago pada 1776.

Kendati demikian, pada masa Dinasti Qing, mangkuk ayam jago mulai diproduksi massal.

Masyarakat kelas menengah ke bawah di China kala itu juga hanya dapat menggunakan mangkuk bergambar ayam.

Lantaran mangkuk-mangkuk dengan gambar naga, phoenix, dan motif lain relatif lebih mahal.

Menyebar ke Asia Tenggara

Sekitar awal abad ke-20, mangkuk ayam jago mulai merambah ke luar China.

Penyebaran bermula dari perantau yang membawa mangkuk produksi pabrik di Provinsi Guangdong ini.

Mereka membawa mangkuk ayam jago ke beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sejak saat itu, Jigangbei pun semakin banyak diproduksi dengan berbagai metode.

Mulai dari teknik gambar tangan maupun mesin.

Meski sudah menyebar dan banyak diproduksi, tetapi cawan asli pada masa kekaisaran masih menjadi daya tarik bagi para kolektor barang antik di seluruh dunia.

Cawan Chenghua sendiri yang disebut hanya ada empat di dunia, pernah dilelang oleh badan lelang Sotheby di Hong Kong pada 1960, 1970-an, 1980-an, 1990-an, dan 2014.

Baca juga: Cara Google Doodle Dukung Gerakan Stay At Home, Hadirkan Game Coding

Lelang tertinggi mangkuk tersebut mencapai 36,3 juta dollar AS.

Di Indonesia, gambar legendaris ayam jago tak hanya menempel di mangkuk.

Kini, melalui tangan kreatif anak bangsa, gambar ayam jago juga merambah ke dunia mode, seperti tas, kaus, dan topi.

Bahkan, para anak muda tak segan untuk memamerkan gambar ayam jago yang umum ditemui di mangkuk bakso tersebut.

Melihat fenomena ini, produsen asli mangkuk ayam jago di Indonesia, PT Lucky Indah Keramik, pun mengimbau penguasa lain untuk tidak menggunakan desain gambar serupa.

Sebab, PT Lucky Indah Keramik merupakan pemegang hak cipta dari lukisan ayam jago yang ramai menghiasi mangkuk-mangkuk. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved