Internasional
Uni Eropa Perlu Belajar dari Arab Saudi, Pemurnian Air Laut Jadi Air Siap Minum
Negara-negara di seluruh dunia, khususnya di Uni Eropa perlu belajar mengolah pemurnian air laut jadi air siap minum dari Arab, khususnya Arab Saudi.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Negara-negara di seluruh dunia, khususnya di Uni Eropa perlu belajar mengolah pemurnian air laut jadi air siap minum dari Arab, khususnya Arab Saudi.
Atau sebaliknya, memanfaatkan keahlian desalinasi (pemurnian air laut) di semenanjung Arab, kata ahli strategi terkemuka Henrik von Scheel.
Berbicara pada Konferensi Internasional Masa Depan Desalinasi di Riyadh pada Selasa (13/9/2022) Scheel memperingatkan Eropa, khususnya bagian selatan benua.
Dikatakan, benua itu telah menggunakan terlalu banyak air tanah, dan sebagai akibatnya membutuhkan proses desalinasi.
Dia mengatakan Semenanjung Arab telah banyak berinvestasi dalam desalinasi karena mereka tidak punya pilihan lain.
"Hari ini, mereka memiliki keahlian, dan hari ini dunia sangat membutuhkan memanfaatkan keahlian itu dan menggunakan sebagian darinya," tambahnya.
Baca juga: Tim PKM Unsam Langsa Latih Warga Pesisir Manfaatkan Air Laut Menjadi Garam Kosumsi dan Produksi
Selama pidatonya, von Scheel mencatat Saline Water Conversion Corp (SWCC) Arab Saudi memiliki peran penting untuk dimainkan di masa depan desalinasi.
“Anda semua melihat SWCC sebagai pembeli, tapi saya melihat SWCC sebagai pemain utama di sektor desalinasi dalam beberapa tahun ke depan,” kata von Scheel.
Dia mengklaim Arab Saudi memiliki keahlian, kemampuan dan kemauan untuk memimpin di sektor desalinasi.
Dia menambahkan upaya Arab Saudi membuat desalinasi lebih murah, lebih kecil, lebih disesuaikan untuk wilayah yang lebih kecil yaitu pulau.
"Kami juga dapat membuatnya lebih besar, dan lebih disesuaikan untuk daerah yang membutuhkan pembangkit ekonomi terbarukan," ujarnya.
"Kita harus luas dalam hal ini,” harapnya.
Baca juga: Adopsi Sistem dari Belanda, Kawasan Perumahan di Jakarta Ini Mampu Antisipasi Kenaikan Air Laut
Berbicara tentang vitalitas merangkul produksi lokal, dia berkata:
“Jika Anda serius dalam menyelamatkan lingkungan, kita perlu memikirkan kembali fokus kita pada globalisasi dan pertumbuhan.
“Globalisasi merupakan obat yang membuat sebagian besar dari kita kecanduan. Kami perlu fokus pada produksi lokal untuk memastikan tidak ada jejak kaki.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pabrik-Pemurnian-Air-Laut-Jadi-Air-Bersih-di-Arab-Saudi.jpg)