Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Peringatkan Amerika Tak Kirimkan Rudal Jarak Jauh ke Ukraina, AS Pasok Senjata ke Ukraina

Jika Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk memasok Kiev dengan rudal jarak jauh, itu akan melewati garis merah atau tidak dapat diterima dan menjadi

Editor: bakri
SERAMBINEWS/Fadel Senna/AFP/Getty Image
Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 AS (HIMARS) AS 

MOSKOW - Jika Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk memasok Kiev dengan rudal jarak jauh, itu akan melewati garis merah atau tidak dapat diterima dan menjadi pihak dalam konflik.

Peringatan itu dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sebelumnya Rusia juga sudah memperingatkan hal serupa.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova menambahkan bahwa Rusia berhak untuk mempertahankan wilayahnya.

Washington secara terbuka telah memasok Ukraina dengan roket GMLRS canggih, yang ditembakkan dari peluncur HIMARS dan dapat mencapai target hingga 80 km jauhnya.

“Jika Washington memutuskan untuk memasok rudal jarak jauh ke Kiev, maka itu akan melewati garis merah, dan akan menjadi pihak langsung dalam konflik,” kata Zakharova seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/9/2022).

Pejabat AS mengatakan Ukraina telah berjanji untuk tidak menggunakan roket AS untuk menyerang Rusia.

Peluncur HIMARS juga dapat digunakan untuk menembakkan rudal taktis ATACMS jarak jauh, yang dapat memiliki jangkauan hingga 300 km.

Seorang pejabat senior Ukraina menolak untuk mengatakan pada 19 Agustus apakah Kiev sekarang memiliki ATACMS.

Belum ada penjelasan publik lengkap tentang serangan pada 9 Agustus yang menghantam pangkalan udara Rusia di Saky, sekitar 200 km dari wilayah terdekat yang dikuasai Ukraina, di semenanjung Crimea, yang direbut Moskow pada 2014 dan dianggap sebagai wilayah Rusia.

Ukraina telah meminta dan menerima sejumlah besar senjata dari Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya guna membantunya melawan angkatan bersenjata Rusia yang dikirim ke Ukraina pada Februari.

Baca juga: Rusia Rudal Kereta Militer, 200 Tentara Ukraina Tewas

Baca juga: Jelang HUT Kemerdekaan dan Perang Ukraina, Rusia Hujani Odesa Dengan Rudal dan Tembakan Artileri

Moskow mengatakan telah mengirim pasukan untuk mencegah Ukraina digunakan sebagai platform untuk agresi Barat dan untuk membela pengguna bahasa Rusia.

Kiev dan sekutu Baratnya menolak argumen ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang agresi gaya kekaisaran.

Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS) Anatoly Antonov mengatakan, AS kini terlibat langsung dengan Rusia dalam konflik Ukraina.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved