Perang Rusia Ukraina

Serangan Balik Ukraina Bikin Penduduk di Perbatasan Rusia Khawatir, Takut Bakal Jadi Korban Invasi

Sejumlah penduduk di Belgorod, Rusia yang berada sekira 25 mil dari perbatasan Ukraina, mengaku khawatir bakal menjadi korban invasi pasukan Ukraina.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Juan BARRETO / AFP
Tentara Ukraina duduk di kendaraan tempur infanteri saat mereka berkendara di dekat Izyum, Ukraina timur pada 16 September 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. 

Serangan Balik Ukraina Bikin Penduduk di Perbatasan Rusia Khawatir, Takut Bakal Jadi Korban Invasi

SERAMBINEWS.COM, KIEV – Serangan balik pasukan Ukraina yang dinilai sangat berhasil dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk Rusia yang berada di perbatasan negara.

Sejumlah penduduk di Belgorod, Rusia yang berada sekira 25 mil dari perbatasan Ukraina, mengaku khawatir bakal menjadi korban invasi pasukan Ukraina.

Dikutip Serambinews.com dari Business Insider, Sabtu (17/9/2022), pasukan Ukraina telah memukul mundur pasukan Rusia untuk kembali ke wilayah mereka.

Keadaan ini membuat para penduduk Rusia di Belgorod khawatir tentang seberapa jauh pasukan Ukraina akan maju.

Baca juga: India Kritik Perang Rusia di Ukraina, China Enggan Bersikap, Barat Anggap Putin Telah Kalah

Penduduk di kota itu mengatakan bahwa, ketika perang berkecamuk melintasi perbatasan, kehidupan mereka telah berubah secara drastis.

Seorang wanita yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, mereka takut militer Ukraina akan menginvasi kota mereka.

Kekhawatiran itu semakin terasa setelah serangkaian kemunduran militer Rusia selama beberapa hari terakhir.

"Seolah-olah mereka sudah ada di sini," kata wanita yang ditemui di pasar pusat kota itu.

Bersiap Hadapi Perang

Penduduk lain mengatakan "rumor" terus berputar-putar tentang pasukan Ukraina melintasi perbatasan untuk pertama kalinya selama perang.

"Ada begitu banyak desas-desus, orang-orang takut," kata Maksim, penjual perlengkapan militer dan outdoor di pasar.

Pelanggannya telah beralih dari nelayan dan pemburu menjadi tentara, tambahnya.

Yang lain menggali tempat perlindungan bom dan beradaptasi dengan kenyataan sehari-hari latihan evakuasi dan rudal dicegat di atas kepala.

Baca juga: Datang ke Kyiv, Para Pemimpin Eropa Dukung Upaya Percepatan Ukraina Bergabung ke Uni Eropa

"Kami merasa takut, dan ini sangat sulit ketika Anda bekerja dengan anak-anak," kata Ekaterina, seorang guru taman kanak-kanak.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved