Breaking News:

Luar Negeri

Dahsyatnya Drone Buatan Iran yang Dipasok Rusia, Hancurkan Artileri dan Kendaraan Lapis Baja Ukraina

Militer Ukraina membeberkan fakta bahwa Drone Shahed-136 buatan Iran yang dipasok ke Rusia melakukan sejumlah serangan dahsyat di wilayah Kharkiv

Editor: Faisal Zamzami
WSJ
Drone Iran. Drone Iran relatif kecil dan terbang pada ketinggian yang sangat rendah, sehingga sulit bagi sistem pertahanan udara Ukraina untuk mendeteksi mereka. 

SERAMBINEWS.COM, KYIV - Militer Ukraina membeberkan fakta bahwa Drone Shahed-136 buatan Iran yang dipasok ke Rusia melakukan sejumlah serangan dahsyat di wilayah Kharkiv, dalam sepekan terakhir.

Sejumlah media Barat hingga pengamat militer, awalnya meragukan drone buatan Iran yang mereka anggap tak teruji, tak mumpuni, dan ketinggalan zaman dari sisi teknologi untuk digunakan melawan pertahanan Ukraina.

Apalagi, muncul berita-berita yang bersumber dari pihak militer Ukraina yang mengklaim sukses menjatuhkan drone buatan negara Persia itu.


Separah itukah kualitas drone buatan Iran?

Apa yang dipublish dalam laporan situs Wall Street Journal justru berbicara sebaliknya.

Dalam laporan itu, mengutip pernyataan komandan Ukraina, Rusia telah menimbulkan kerusakan serius pada pasukan Ukraina dengan drone Iran yang baru-baru ini diperkenalkan, dalam penyebaran skala luas.

"Selama seminggu terakhir, drone sayap delta Shahed-136, dicat ulang dengan warna Rusia dan diganti namanya menjadi Geranium 2, mulai muncul di atas posisi lapis baja dan artileri Ukraina di wilayah timur laut Kharkiv," kata Kolonel Rodion Kulagin, Komandan Brigade Artileri Mekanik ke-92 Ukraina.

Kulagin mengungkapkan, di wilayah operasional brigadenya saja, drone Iran—yang biasanya terbang berpasangan dan kemudian menghantam target mereka—telah menghancurkan dua howitzer self-propelled 152 mm, dua howitzer self-propelled 122 mm, serta dua kendaraan infanteri lapis baja BTR.

Baca juga: Turkiye Terbitkan Buku tentang Upaya Perdamaian dalam Perang Rusia dengan Ukraina

Kulagin menambahkan, sebelum penggunaan skala besar Shaheds saat ini, Rusia melakukan tes bulan lalu, menyerang howitzer penarik M777 155-mm yang dipasok AS dengan drone.

Sejauh ini, sebagian besar drone Iran tampaknya dikerahkan di wilayah Kharkiv, kawasan yang baru saja jadi titik serangan besar-besaran Brigade ke-92 dan pasukan Ukraina lainnya.

“Di daerah lain, Rusia memiliki daya tembak artileri yang luar biasa, dan mereka berhasil mengatasinya. Di sini, mereka tidak lagi memiliki keunggulan artileri, jadi mereka mulai menggunakan drone ini,” kata Kolonel Kulagin.

Pakar independen yang memeriksa foto-foto reruntuhan pesawat tak berawak baru-baru ini dari wilayah Kharkiv mengatakan bahwa itu tampaknya Shahed-136, evolusi terbaru dari desain sayap delta Teheran.

Scott Crino, pendiri dan kepala eksekutif Red Six Solutions LLC, sebuah perusahaan konsultan strategis, mengatakan Shahed-136 dapat memberi Rusia “penyeimbang yang kuat” untuk sistem senjata berteknologi tinggi, seperti peluncur rudal Himars, yang diberikan AS kepada Ukraina.

“Kehadiran Shahed-136 dalam perang Ukraina tidak diragukan lagi mengubah rencana operasional Kyiv,” katanya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved