Breaking News:

Komnas HAM Bongkar Kronologi Mutilasi 4 Warga di Mimika Papua yang Libatkan Enam Prajurit TNI

Komnas HAM mengungkapkan kronologi kasus mutilasi di Mimika, Papua, yang melibatkan enam prajurit TNI dan empat warga sipil.

Editor: Faisal Zamzami
Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua
Sat Reskrim Polres Mimika menggelar rekontruksi pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten Mimika , Polda Papua mengundang Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komnas HAM Papua. 

SERAMBINEWS.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) mengungkapkan kronologi kasus mutilasi di Mimika, Papua, yang melibatkan enam prajurit TNI dan empat warga sipil.

Mutilasi ini terjadi pada 22 Agustus 2022 lalu, di mana empat warga berinisial LN, AL, AT, dan IN menjadi korban mutilasi saat hendak membeli senjata api dari pelaku.

Polisi Militer TNI AD telah menetapkan enam prajurit yang terlibat sebagai tersangka dalam kasus ini.

 Dua dari enam tersangka adalah seorang perwira infanteri berinisial Mayor Inf HF dan Kapten Inf DK.

Sisanya adalah Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC, dan Pratu R. Adapun, empat tersangka dari kalangan sipil adalah APL atau J, DU, R, dan RMH.

Rencana Pembunuhan

Komisioner Komnas HAM bidang Penyuluhan Beka Ulung Hapsara mengatakan bahwa pembunuhan ini telah direncanakan sebelumnya.

Rencana pembunuhan ini dilakukan di bengkel las dan penampungan solar di Nawaripi milik salah satu pelaku.

Baca juga: 6 Prajurit TNI AD Jadi Tersangka Mutilasi 4 Warga Sipil di Papua, Korban Dipancing Beli Senjata

Eksekusi

Komnas HAM mendapatkan informasi bahwa para korban mutilasi ini dibunuh di lahan kosong di Distrik Mimika Baru.

Berdasarkan peninjauan yang telah dilakukan, lokasi tersebut cukup sepi dan tidak ada penerangan lampu.

“Pada malam hari, lokasi tersebut sepi dan tidak ada penerangan lampu. Diperoleh informasi bahwa ada sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa pembunuhan," kata Beka dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Selasa (20/9/2022), seperti dilansir dari Kompas.com.

Korban kemudian dibunuh menggunakan tembakan peluru dan tikaman senjata tajam.

Setelah dibunuh, keempat korban dibawa ke lokasi mutilasi, yakni di Jalan Lama logpon. Lokasi mutilasi ini diketahui jarang disambangi oleh orang lain.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved