Breaking News:

Berita Langsa

Seluruh Keuchik di Langsa Ikuti Rakor Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi Langsa

Rakor tersebut diikuti seluruh keuchik dari 66 gampong di lima kecamatan dalam wilayah Kota Langsa dan para pihak terkait Pemko Langsa dan stakholder

Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Asisten 1 Setdako Langsa, Suriyatno, AP, MSP saat membuka Rakor Regsosek 2022 Kota Langsa, di Hotel Harmoni Langsa, Rabu (21/9/2022) 

Rakor tersebut diikuti seluruh keuchik dari 66 gampong di lima kecamatan dalam wilayah Kota Langsa dan para pihak terkait Pemko Langsa dan stakholder daerah setempat. 

Laporan Zubir | Langsa 

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Langsa, Rabu (21/9/2022), menggelar Rapat Koordinasi atau Rakor Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 Kota Langsa, di Hotel Harmoni Langsa.

Rakor tersebut diikuti seluruh keuchik dari 66 gampong di lima kecamatan dalam wilayah Kota Langsa dan para pihak terkait Pemko Langsa dan stakholder daerah setempat. 

Hadir Ketua DPRK, Langsa Maimul Mahdi, SSos, Wakapolres Langsa Kompol Ichsan, SH, Wakil Ketua PN Langsa, Riswan Herafiansyah, SH, MH, Kasi Intel Kejari Langsa, Syahril, SH, Dandim O104/Atim diwakili Danramil 22/Lgsb Kapten Inf Suharianto.

Pj Wali Kota Langsa diwakili Asisten 1 Setdako, Suriyatno, AP, MSP, saat membuka Rakor Regsoseg, menyampaikan, pendataan Regsosek merupakan sistem dan basis data seluruh penduduk.

Regsoseg ini terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan, di mana nantinya akan dibutuhkan dalam pengambilan kebijakan pemerintah agar lebih terarah.

Baca juga: BPS Pidie Lakukan Sensus Penduduk Long Form, Sasar 8.320 Rumah Tangga

"Regsosek ini juga digunakan untuk kepentingan perencanaan dan evaluasi pembangunan," ujarnya. 

Dia menambahkan, dengan data Regsosek akan menjembatani koordinasi dan berbagai data lintas lembaga serta lintas daerah untuk memastikan pemakaian data yang konsisten.

Dijelaskannya lagi, dampak dari pandemi Covid-19 sejak 2 tahun yang lalu telah mengakibatkan perekonomian Aceh mengalami kontraksi.

Ditambah dengan pengangguran terbuka dan angka kemiskinan yang mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, melalui sinergitas seluruh pemangku kepentingan dari tingkat Pemerintah Pusat, Provinsi dan kabupaten/kota.

Baca juga: Kunjungi BPS Aceh, Haji Uma Bahas Satu Data Indonesia dan Data Kemiskinan Aceh

"Angka kemiskinan di Aceh pada tahun 2022 diharapkan secara perlahan dapat mengalami penurunan," paparnya.

Kepala BPS Kota Langsa, Munir, SE, melaporkan, pada tahun 2022 BPS mendapatkan tugas untuk melaksanakan pendataan awal Regsosek. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved