Breaking News:

Internasional

Eks PM Malaysia Najib Razak Sakit Setelah Masuk Bui

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, jatuh sakit setelah harus menjalani hukuman penjara karena kasus korupsi 1MDB

Editor: bakri

KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, jatuh sakit setelah harus menjalani hukuman penjara karena kasus korupsi 1MDB.

Departemen Penjara di Malaysia menyatakan Najib Razak dipindah ke Rumah Sakit Rehabilitasi (HRC) dari Rumah Sakit Kuala Lumpur.

"Pada 19 September, Rumah Sakit Kuala Lumpur merujuk Najib ke HRC untuk perawatan dan pemantauan lebih lanjut hingga saat ini," demikian pernyataan Departemen Lapas, Rabu (21/9/2022).

Departemen menyatakan Najib akan dikirim kembali ke Penjara Kajang setelah dokter spesialis di HRC atau HKL memberi izin.

Lebih lanjut, pernyataan itu menerangkan bahwa departemen bertanggung jawab atas kesehatan tahanan.

Termasuk memberikan perawatan dan pengobatan yang direkomendasikan pejabat kesehatan pemerintah.

Tindakan itu disebut sejalan dengan Pasal 37 Undang-Undang Penjara dan Aturan Minimum Standar PBB untuk Perlakuan terhadap Tahanan (Aturan Nelson Mandela).

Sebelum dibawa ke RS Kuala Lumpur, Najib tengah menghadapi persidangan lanjutan 1MDB pada 12 September lalu.

Baca juga: Najib Razak Minta Ampun ke Raja Setelah Dihukum 12 Tahun Penjara, Bantah Ada Perlakuan Khusus

Baca juga: Rosmah Mansor Istri Najib Razak Divonis Bersalah Atas Kasus Korupsi

Kemudian Tim Penuntut meminta kepada hakim Pengadilan Tinggi bahwa pria 69 tahun itu perlu dibawa ke rumah sakit.

Mereka menilai obat tekanan darah tinggi yang dia minum memberi efek buruk.

Pengadilan Tinggi kemudian membatalkan persidangan.

Mereka menyatakan kondisi kesehatan Najib sangat buruk dan butuh perhatian medis.

Sidang dilaporkan akan berlanjut Senin depan.

Malaysia resmi memvonis 12 tahun penjara terhadap Najib saat sidang kasus lanjutan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) pada 12 September.

Sidang 1MDB yang berlangsung merupakan kasus korupsi kedua Najib.

Dia dituduh melakukan 25 tuduhan pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan dana 1MDB senilai RM2,3 miliar.

Meski dibui, Najib masih harus menjalani persidangan kasus korupsi lain.

Dia menghadapi empat tuduhan penyalahgunaan kekuasaan yang berasal dari dugaan pencurian uang 2,3 miliar ringgit atau sekitar Rp 7,6 triliun dana investasi negara, serta 21 dakwaan pencucian uang dengan jumlah sama.

Jika terbukti bersalah Najib terancam bui maksimal 20 tahun untuk kasus penyalahgunaan kekuasaan, sementara untuk kasus pencucian uang dia terancam 15 tahun penjara. (cnnindonesia.com)

Baca juga: Hukuman Najib Razak Selama 12 Tahun Penjara Bisa Bertambah, Sidang Belum Selesai

Baca juga: Dua Kemungkinan Skenario yang Bisa Dilakukan Najib Razak untuk Keluar dari Penjara

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved