Breaking News:

Berita Aceh Besar

Tiga Hari Kedepan, Waspada Potensi Cuaca Buruk di Perairan Barat Aceh

"Dan ini diperkirakan masih terdapat potensi hingga tiga hari kedepan. Khususnya wilayah perairan barat Aceh dan sekitarnya," tuturnya.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Shutterstock
Ilustrasi cuaca buruk. 

"Dan ini diperkirakan masih terdapat potensi hingga tiga hari kedepan. Khususnya wilayah perairan barat Aceh dan sekitarnya," tuturnya.

Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk di provinsi Aceh.

Kasi Data BMKG Kelas I SIM, Zakaria mengatakan, berdasarkan prospek Dinamika Atmosfer, BMKG mengidentifikasi akan adanya potensi cuaca buruk hingga 3 hari kedepan, hujan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, akan terjadi di sejumlah wilayah di Aceh.

Ia mengatakan, kondisi itu dipicu adanya peningkatan suhu muka laut di wilayah perairan barat Aceh, yang menunjukkan nilai negatif-0.99 untuk mendukung uap air dan pembentukan awan di wilayah Barat Sumatera termasuk Aceh.

"Selain itu juga berpotensi terjadi Rossby Equatorial, kelembaban lapisan 850 HPA mencapai 80-100 persen, serta adanya belokan angin dan konvergensi," kata Zakaria, Jumat (23/9/2022).

Dikatakan Zakaria, meningkatkan suplai air itu juga berkontribusi terhadap tumbuh nya awan-awan konvektif yang  menyebabkan terjadinya hujan sedang hingga disertai kilat dan angin kencang.

Beberapa wilayah dengan potensi tinggi diantaranya Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan. Kemudian Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Subulussalam.

"Cuaca buruk juga berpotensi terjadi di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang," jelasnya.

Baca juga: Cuaca Buruk, Pohon Kuda-kuda Tumbang Tutupi Badan Jalan di Lhoong Aceh Besar

Selain itu pihaknya juga mengimbau akan potensi gelombang tinggi yang mencapai 4 meter. Gelombang tinggi itu berpotensi terjadi di area perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, dan Samudera Hindia Barat Aceh.

Kata Zakaria, potensi gelombang tinggi dipicu adanya peningkatan kecepatan angin permukaan. Tercatat kecepatan angin d mencapai lebih dari 32 knots di wilayah Lhoknga dan Ulee Lheu, (21/9/2022).

"Dan ini diperkirakan masih terdapat potensi hingga tiga hari kedepan. Khususnya wilayah perairan barat Aceh dan sekitarnya," tuturnya.

Karena hal itu pihaknya mengimbau agar masyarakat r tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, gelombangtinggi, dan lain-lain.

"Serta dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat
ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang," pungkasnya. (*)

Baca juga: Nelayan Singkil Mulai Melaut di Tengah Ancaman Cuaca Buruk

 

BalasBalas ke semuaTeruskan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved