Berita Aceh Besar
Bendungan Tiro Harus Kembali Jadi PSN Agar Bendungan Rukoh Berfungsi Maksimal
Muslim Armas mengatakan akan mengupayakan kembali Bendungan Tiro yang terletak di Desa Blang Rukui, Kecamatan Tiro Truseb masuk dalam PSN
“Saat ini sedang dibangun trowongan air lebih kurang sepanjang 10 kilometer ke arah waduk Rukoh. Begitu air dialirkan ke waduk Rukoh di daerah Keumala, secara otomatis debit air di kecamatan Tiro dan sekitarnya akan turun drastis dan tentunya mereka akan minta diutamakan dulu airnya dialirkan ke wilayah mereka,” jelasnya.
Sedangkan jika air dialirkan ke kecamatan Tiro, maka secara otomatis air ke Bendungan Rukoh akan berkurang.
Baca juga: Bendungan Tiro Dicoret Pemerintah Pusat, Ini Dampak akan Dirasakan Petani di Pidie
“Hitungan kita bisa jadi 10 tahun enggak penuh-penuh Bendungan Rukoh itu.
Dengan sistem pembagian tersebut juga bisa sampai 20 tahun baru penuh,” terang Muslim.
Menurutnya, jalan satu-satunya memang harus dibangun Bendungan Tiro.
Karena level kedua Bendungan tersebut sama.
“Kita menghitung sekitar 8 bulan Bendungan Tiro ini sudah penuh dengan air.
Kalau itu sudah penuh, maka air juga bisa dialirkan semuanya ke Bendungan Rukoh.
Jadi tinggal jaga saja airnya,” tambahnya.
Masyarakat Ditakuti Isu Provokatif
Di sisi lain, Muslim Armas menduga dicoretnya Bendungan Tiro dari proyek strategis nasional karena sosialisasi yang tidak gencar kepada warga.
Baca juga: Topik Hangat Aceh, Bendungan Tiro Dicoret dari PSN Hingga Dana Otsus dan Investasi yang Mandek
Sehingga muncul suara bawah yang provokatif meminta masyarakat untuk tidak menerima pembangunan bendungan tersebut.
“Bahkan saya dengar sendiri, ada keuchik (kepada desa) mengatakan bahwa kalau bendungan ini dibangun bakal banjir besar.
Jadi banyak masyarakat ditakuti oleh isu-isu liar ini dan provokatif.
Sehingga terjadi penolakan,” bebernya.