Kupi Beungoh
Topik Hangat Aceh, Bendungan Tiro Dicoret dari PSN Hingga Dana Otsus dan Investasi yang Mandek
Menjadi poin penting bahwa, para tokoh ini bukan hanya membicarakan masalahnya saja, tapi juga memberikan ide dan saran.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Oleh Zainal Arifin M Nur*)
SEBUAH diskusi menarik terjadi dalam grup WhatsApp yang berisi sejumlah tokoh Aceh di level nasional maupun daerah, sejak dua hari terakhir.
FGD – Tokoh Aceh Nasional, begitulah nama grup yang didirikan oleh Hafidh, aktivis Aceh di Jakarta dan kawan-kawannya, pada tanggal 18 Agustus 2020.
Seiring berjalannya waktu, Grup WA ini kini berisi 167 anggota yang terdiri atas berbagai kalangan tokoh Aceh di level nasional maupun daerah.
Ada mantan ketua KPU RI, Nazaruddin Sjamsuddin, mantan gubernur Aceh Abdullah Puteh (kini anggota DPD RI), Sekjen DPR RI Indra Iskandar, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, sejumlah anggota DPR RI asal Aceh, seperti M Nasir Djamil, mantan anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur, Sayed Muhammad Muliady, serta para kepala daerah di Aceh.
Di grup itu juga ada beberapa akademisi dengan gelar Profesor Doktor, seperti T Abdullah Sanny, Ahmad Humam Hamid, dan Erman Anom, serta pengusaha level nasional seperti Ismail Rasyid (CEO PT Trans Continent) dan Muslim Armas (PT Varsindo Kimia Abadi), dan lainnya.
Ada juga Ketua PWI Aceh M Nasir Nurdin dan sejumlah wartawan asal Aceh, yang bertugas di Aceh maupun Jakarta.
Termasuklah saya sebagai bagian dari wartawan yang bekerja dan berdomisili di Aceh.
Diskusi yang terjadi dalam dua hari ini menarik perhatian saya, karena membahas situasi terkini di Aceh dan juga kegalauan para tokoh Aceh ini terhadap masa depan Aceh, terutama setelah berkurang dan berakhirnya kucuran dana otonomi khusus.
Menjadi poin penting bahwa, para tokoh ini bukan hanya membicarakan masalahnya saja, tapi juga memberikan ide dan saran.
Sebagai jurnalis tentu saya perlu merangkum ide, saran, dan masukan dari para tokoh Aceh ini menjadi sebuah artikel publik, dengan harapan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pengambil kebijakan di Aceh.
Baca juga: YARA Lahirkan Usulan Draf Revisi UUPA dan Diuji oleh Sejumlah Tokoh Aceh
Baca juga: Tokoh Aceh & Pusat Bicara dalam Diskusi Polemik Perubahan UUPA, Disiarkan Sosmed Serambinews
Bendungan Tiro yang Dicoret dari PSN
Diskusi menarik ini bermula ketika Muslim Armas menshare link berita tentang proyek bendungan Tiro yang dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Penelusuran penulis, Bendungan Tiro memang bukan satu-satunya proyek yang dikeluarkan dari Daftar PSN.
Di antara proyek lain yang ikut ke luar bersama Bendungan Tiro dari daftar PSN adalah proyek Pembangunan Inland Waterway Cikarang-Bekasi-Laut Jawa (CBL), proyek kawasan ekonomi kreatif (KEK) Tanjung Api-api di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.