Breaking News:

Internasional

Iran Serang Pangkalan Militan Kurdi di Irak dan Tangkap Kelompok Separatis, Pemicu Demonstrasi

Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menyerang pangkalan militan Kurdi yang terletak di utara Irak.

Editor: M Nur Pakar
AP
Sejumlah tank tempur Turki ikut menggempur gerilyawan Kurdi di Irak, Senin (18/4/2022). 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menyerang pangkalan militan Kurdi yang terletak di utara Irak.

Serangan itu hanya seminggu setelah protes anti-pemerintah yang meluas dimulai atas kematian seorang wanita muda Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral Iran.

Kantor berita IRNA, Minggu (25/9/2022) melaporkan pasukan darat Garda menembakkan artileri dari posisi di Provinsi Azerbaijan, barat Iran.

Dimana, menyerang apa yang digambarkan sebagai kelompok teroris yang berbasis di seberang perbatasan Irak.

Laporan itu tidak menjelaskan lebih lanjut.

IRNA juga melaporkan beberapa anggota kelompok separatis, yang disebut "Komleh" di Iran, ditangkap oleh pasukan intelijen.

Kantor berita semi-resmi Tasnim, yang diyakini dekat dengan militer Iran, mengutip pernyataan Garda yang mengatakan operasi itu akan berlanjut untuk memastikan keamanan perbatasan.

Baca juga: Amnesty International Desak PBB Selidiki Tindakan Keras Pasukan Keamanan Iran ke Demonstran

Tasnim menambahkan serangan itu menargetkan pangkalan kelompok separatis Kurdi di utara Irak yang terjadi pada pukul 16:00 waktu setempat, dan menyebabkan kerusakan berat.

Serangan Pasukan Garda Revolusi Iran sebagai tanggapan atas dukungan kelompok separatis untuk kerusuhan baru-baru ini, serta upaya mengimpor senjata ke Iran.

Kematian seorang wanita berusia 22 tahun Mahsa Amini, yang meninggal dalam tahanan oleh polisi moral Iran, telah memicu kerusuhan di seluruh provinsi Iran dan ibukota Teheran.

Keluarga Amini berasal dari wilayah Kurdi Iran.

TV pemerintah menyatakan 41 demonstran dan polisi telah tewas sejak protes meletus sejak Sabtu (17/9/2022) lalu.

Baca juga: Aktor Iran Sam Asghari Kecam Teheran, Pasukan Keamanan Tindak Keras Aksi Protes

Dia mengatakan statistik resmi akan dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri.

Menurut penghitungan oleh The Associated Press (AP), setidaknya ada 11 kematian dari kedua belah pihak sejak protes dimulai setelah pemakaman Amini.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved