Pojok UMKM
Minyeuk Pret, Parfum Aceh yang Terkenal hingga Luar Negeri
Parfum Minyeuk Pret semakin populer di kalangan masyarakat, tidak saja lokal Aceh, tapi juga nasional dan bahkan mulai masuk pasar internasional.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Parfum Minyeuk Pret semakin populer di kalangan masyarakat, tidak saja lokal Aceh, tapi juga nasional dan bahkan mulai masuk pasar internasional. Parfum yang diproduksi di Jalan Wedana Nomor 104 Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, ini merupakan karya pengusaha muda bernama Daudy Sukma SE MM dengan call center 0811 6891 900.
Minyeuk pret diperkenalkan pada tahun 2015 lalu, dan langsung mendapat respon positif pasar lokal. Bahkan sejumlah perwakilan lembaga vertikal pusat yang membuka kantor di Banda Aceh menjadikan enam produk Minyeuk Pret itu sebagai buah tangan atau suvenir bagi para tamunya yang datang ke Aceh. Baik tamu dari luar Aceh maupun luar negeri.
Parfum produk lokal dengan enam varian aroma, yaitu bunga seulanga, meulue, jeumpa, dan bunga kamaliah disukai kalangan remaja dan orang tua. Sedangkan best seller Minyeuk Pret adalah aroma bunga seulanga dan kamaliah. Dua aroma ini dijual dengan harga Rp 125.000-Rp 247.000/botol.
Selain itu, sebut Daudi Sukma, masih ada dua jenis produk lagi yang sudah diterima pasar, yaitu aroma kopi dan sanger expresso. Untuk aroma kopi dijual Rp 125.000/ botol, dan aroma sanger expresso Rp 330.000/botol.
Baca juga: Nozy Minuman Segar Disukai Remaja
Kendati harga jualnya Rp 300.000/botol, namun sebanding dengan aromanya, sehingga para pembeli tidak kecewa. Malah ada yang membeli dalam jumlah banyak, sebagai oleh-oleh. Konsultan UMKM dari Universitas Syiah Kuala (USK), Dr Iskandar Majid mengatakan, Aceh sangat bersyukur memiliki pengusaha muda lokal seperti Daudi Sukma yang terjun kedua bisnis minyak wangi usai menamatkan pendidikannya.
Dikatakan, Minyeuk Pret yang memiliki aroma khas tidak cuma disenangi pasar lokal, tapi juga mampu bersangi di pasar nasional. Bahkan, pengusaha Minyeuk Pret sudah pernah mengikuti pameran di Kementerian Perdagangan, yang dihadiri para Duta Besar negara-negara sahabat.
“Saat itu pengusaha Minyeuk Pret membawa 800 botol degan enam varian aroma ke pameran tersebut. Umumnya parfum Aceh ini diborong sejumlah Duta Besar yang hadir dalam pameran tersebut,” kata Iskandar Majid.
Setelah mengikuti sejumlah pameran di tingkat nasional, kini produksi Minyuek Pret sudah diekspor ke Malaysia dan Amerika. Setiap bulannya 500 botol Minyeuk Pret dikirim ke luar negeri. “Kini Minyeuk Pret akan masuk ke pasar dunia Arab maupun Afrika. Tahun 2023 ditargetkan 123.000 botol akan dikirim ke berbagai negara,” tuturnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh, Azhari SAg MSi didampingi Kasi Pelayanan Informasi dan Usaha PLUT UMKM Andri Sufrianzah mengatakan, kunjungannya bersama konsultan UMKM dari USK ke rumah produksi Minyuek Pret di Gampong Lam Ara, Banda Aceh, sebagai pembinaan dan untuk mengetahui program pengembangan produk parfum tersebut.
Baca juga: Moringa Choung, Minuman Sehat dari Daun Kelor
Dikatakan, sebagai pengusaha Minyeuk Pret Daudi Sukma memiliki talenta wirausaha yang cukup tinggi. Dimana, setiap ia mengeluarkan produk baru Minyeuk Pret, seperti minyak wangi Carla, selalu mendapat sambutan positif di pasaran.
“Kita bangga memiliki pelaku UMKM yang terus berinovasi dan berkreatif melahirkan produk yang cepat diterima pasar. Ini perlu dicontoh oleh pelaku UMKM lainnya di Aceh,” tutur Azhari.
Ditambahkan, kalau dulu Aceh hanya mengandalkan komoditi perikanan, pertanian, perkebunan dan kerajinan, sekarang dan selanjutnya dari olahan minyak nilam dan wangi bunga-bunga lokal, diolah jadi parfum untuk diekspor ke luar negeri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pojok-ukm-260922.jpg)