Breaking News:

Luar Negeri

Tunisia Didera Krisis Ekonomi, Kebutuhan Pangan Kosong, Warga Protes hingga Rebutan Gula dan Beras

Para pengunjuk rasa di distrik Douar Hicher di ibukota Tunis yang di diami pekerja buruh, turun ke jalan dalam kemarahan mereka pada Minggu, 25/9/2022

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
FETHI BELAID / AFP
Para pengunjuk rasa Tunisia mengibarkan bendera pada 23 Juli 2022, selama demonstrasi di sepanjang jalan Habib Bourguiba di ibukota Tunis, menentang presiden mereka dan referendum konstitusi 25 Juli mendatang. 

Tunisia Alami Inflasi Hampir 9 persen, Kebutuhan Pangan Kosong, Warga Protes hingga Rebutan Gula dan Beras

SERAMBINEWS.COM, TUNIS - Ratusan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di ibu kota Tunisia karena inflasi yang melonjak dan kekurangan pangan.

Hal ini telah memperparah kerusuhan di tengah krisis politik yang sedang berlangsung di negara itu.

Para pengunjuk rasa di distrik Douar Hicher di ibukota Tunis yang di diami pekerja buruh, turun ke jalan dalam kemarahan mereka pada Minggu (25/9/2022) malam.

Beberapa orang mengumpulkan ban dan dibakar sebagai bentuk protes.

Baca juga: Tim Pengendali Inflasi Daerah Pemerintah Aceh Berupaya Kendalikan Inflasi Dampak dari Kenaikan BBM

Sementara pengunjuk rasa yang lain meneriakkan, “Di mana Kais Saied?”, mengacu pada presiden Tunisia.

Kais Saied diketahui berada di bawah tekanan karena negara Afrika Utara itu menghadapi krisis keuangan.

Tunisia mengalami inflasi hampir sembilan persen dan kekurangan beberapa bahan makanan di toko-toko di seluruh negeri.

Dilansir dari Al Jazeera, Saied membubarkan parlemen tahun lalu dalam sebuah langkah yang dikecam lawan sebagai "kudeta".

Para pengunjuk rasa yang frustrasi meneriakkan “pekerjaan, kebebasan, dan martabat nasional”.

Baca juga: Protes Kematian Wanita Muda, Dua Pria Lempar Bom Molotov ke Kedutaan Besar Iran di Athena

“Kami tidak dapat mendukung kenaikan harga yang gila-gilaan. Di mana gulanya?” teriak seorang pengujuk rasa.

Gambar dan video di media sosial menunjukkan rak kosong di supermarket, dengan video yang diposting pada hari Minggu menunjukkan puluhan pelanggan berebut satu kilogram gula di pasar.

Banyak warga Tunisia telah melaporkan menghabiskan berjam-jam mencari dan berebut gula, susu, mentega, minyak goreng dan beras.

Di wilayah Mornag, pengunjuk rasa memblokir jalan setelah kematian bunuh diri seorang pemuda yang menurut keluarganya gantung diri setelah diganggu oleh polisi kota.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved