Breaking News:

Galian C

Hasil Investigasi, Tambang Galian C yang Longsor di Gle Geunteng tak Miliki KTT

Koordinator Inspektur Tambang Aceh, Muhammad Hardi mengatakan, hasil investigasi serta rekomendasi tersebut diberikan agar ada perbaikan ke depan untu

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Tim Inspektur Tambang Aceh melakukan serangkaian investigasi di lokasi longsornya lokasi Galian C di tebing Gle Geunteng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Jumat (23/9/2022). 

Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Tim inspektur Tambang Aceh menyerahkan hasil investigasi kasus  longsornya tebing galian C di Gle Geunteng, Aceh Besar.

Hasil investigasi tersebut juga sudah disampaikan kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.

Koordinator Inspektur Tambang Aceh, Muhammad Hardi mengatakan, hasil investigasi serta rekomendasi tersebut diberikan agar ada perbaikan ke depan untuk menghindari korban lainnya.

"Ya Benar, kami telah menyampaikan surat resmi kepada Kadis ESDM juga tembusan Pj Gubernur Aceh. Kita tidak ingin ada korban-korban lainnya lagi. Nyawa manusia sangat berharga, tidak dapat dibandingkan dengan apapun," kata Hardi kepada Serambinews.com, Selasa (27/9/2022).

Banyak Galian C Hanya Izin Ekplorasi Tapi Sudah Beroperasi, WALHI Aceh Minta ESDM Aceh Evaluasi 

Salah satu rekomendasi yang tertuang dalam surat Kepala Inspektur Tambang antara lain, pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), baik perusahaan perseorangan, koperasi dan badan usaha, sebelum memulai kegiatan usahanya wajib menunjuk Kepala Teknik Tambang (KTT).

Peraturan tersebut sesuai Pasal 7 ayat 1 dan Pasal 10 ayat 1 Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018.

Menurutnya, tidak mungkin kegiatan usaha pertambangan dapat dijalankan tanpa adanya kepala Teknik Tambang.

Namun kata Hardi, hasil investigasi tim di lokasi galian C Gle Geunteng, bahwa lokasi tambang tersebut tidak memiliki kepala teknik.

"Itu sama saja pesawat tanpa pilot, nahkoda kapal tanpa kapten. Bisa dipastikan akan kemana arah kegiatan pertambangan yang demikian, pasti memiliki resiko yang sangat tinggi," ujarnya.

"Tambang akan asal-asalan, tidak menerapkan good mining practice serta yang kita khawatirkan korban seperti ini terjadi lagi," lanjutnya.

Inspektur Tambang: Usaha Galian C yang Longsor di Gle Geunteng tak Miliki Kepala Teknik

Selain itu, tim investigasi yang dikomandoi Rizal M, lanjut Hardi, bahwa hasil investigasi independen dan tanpa intervensi sesuai kondisi di lapangan disampaikan.

Hasil tersebut keluar sesuai fakta yang ada di lapangan.

Dikatakan Hardi, di lokasi tersebut selain tidak memiliki KTT dan tenaga teknis pertambangan, kegiatan tambang mineral bukan logam (Galian C) itu, berada sekitar 26 meter di luar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) tempat lokasi excavator itu tertimbun.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved