Rabu, 13 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Mengintip OSIS SMAN 1 Kutapanjang yang Mandiri dan Kreatif

Kegiatan melatih para operator sekolah mengelola e-rapor yang terintegrasi data pokok pendidikan (dapodik) di bawah kewenangan Cabang Dinas Pendidikan

Tayang:
Editor: bakri
For Serambinews.com
JON DARMAWAN, M.Pd Guru SMAN 7 Lhokseumawe, Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Unimed, dan Pengurus IGI Aceh, melaporkan dari Blangkejeren, Gayo Lues 

OLEH JON DARMAWAN, M.Pd Guru SMAN 7 Lhokseumawe, Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Unimed, dan Pengurus IGI Aceh, melaporkan dari Blangkejeren, Gayo Lues

KEPALA SMAN 1 Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, Dr Kamaruddin MSi, meminta saya untuk memotivasi siswanya, terutama pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tentang literasi.

Hal itu dilakukan di sela sela kegiatan melatih para operator sekolah mengelola e-rapor yang terintegrasi data pokok pendidikan (dapodik) di bawah kewenangan Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues pada awal Agustus 2022.

Kamaruddin merupakan senior saya saat kuliah di Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Kegemaran Kamaruddin menekuni berbagai disiplin ilmu terbukti hingga sekarang.

Meskipun hanya seorang sarjana pendidikan, tetapi S-2 dan S-3 ia selesaikan pada jurusan Ekonomi Pembangunan.

Bahkan pendekatan yang dibangun dalam setiap tulisannya memadukan tiga disiplin ilmu yang berbeda, yaitu matematika, fisika, dan ekonomi.

Pada jurnal terindeks Scopus Cogent Economic and Finanace, Kamaruddin menulis tentang ketidaksimetrisan hubungan antarvariabel ekonomi yang diulas dengan pendekatan dan pemodelan matematika nonlinier berdasarkan konsep fisika, yaitu besaran, kecepatan, dan arah.

Tulisan tersebut dipulikasi pada September 2021 dengan judul Asymmetric Price Transmission of Indonesian Coffee.

Saat berkunjung ke SMAN 1 Kutapanjang, saya mengamati dan menggali informasi terkait keberadaan sekolah ini.

Baca juga: VIDEO SMKN 1 Jeunieb Bireuen Terapkan Sistem e-Voting Pilih Ketua OSIS

Baca juga: Ajarkan Pelajar Berdemokrasi, Pemilihan Ketua OSIS di SMPN 2 Lhokseumawe Dikemas Ala Pilpres

Sekolah ini mengalami banyak perubahan dan kemajuan sejak Kamaruddin menjabat kepala sekolah tahun 2020.

Berkat kebijakan kreatif dan inovatifnya, SMAN 1 Kutapanjang mengalami kemajuan pesat.

Salah satunya adalah banyaknya siswa sekolah tersebut yang mampu lulus di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

Prestasi tersebut tidak terlepas dari tangan dingin Kamaruddin dalam melaksanakan program peningkatan lulusan melalui pembinaan intensif dengan membentuk kelas khusus persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) masuk PTN.

Ia bahkan sampai mengundang tenaga pendidik dari Banda Aceh untuk melatih siswanya agar cakap dan mampu lulus UTBK.

Padahal sebelumnya, sangat sedikit siswa sekolah tersebut yang mampu lulus UTBK.

Saya juga tertarik dengan konsep OSIS tanpa iuran siswa yang diterapkan di sekolah ini.

Jika sekolah lain pada umumnya memiliki iuran OSIS dari siswanya, tidak demikian halnya dengan SMAN 1 Kutapanjang.

Lalu bagaimana OSIS menjalankan programnya jika tidak memiliki iuran? Kamaruddin sebagai kepala sekolah memiliki trik dan strategi jitu.

Kamaruddin meminta OSIS mengaktifkan semua pengurusnya, terutama bidang kewirausahaan untuk berwirausaha sebagai upaya menjalankan roda OSIS.

Baca juga: Siswa SMKN 1 Jeunieb Bireuen Pilih Ketua OSIS Melalui Sistem Voting Elektronik

OSIS diminta untuk menjalankan koperasi syariah.

Mendengar program ini, saya sempat penasaran.

Bagaimana menjalankan koperasi berbasis syariah, sementara iuran OSIS saja mereka tidak punya? Koperasi Syariah OSIS SMAN 1 Kutapanjang pada mulanya terbentuk akibat adanya rasa percaya dari kepala sekolah terhadap kemampuan pengurus OSIS dalam melaksanakan berbagai kegiatan.

Kamaruddin mengundang alumni SMAN 1 Kutapanjang bersamaan dengan kegiatan peringatan hari guru.

Di depan alumni, Kamaruddin menceritakan kegiatan OSIS yang sudah dilakukan sangat bermanfaat, bukan hanya untuk sekolah, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

OSIS diminta berwirausaha dengan membentuk koperasi syariah di mana mekanismenya langsung dijelaskan oleh pengurus OSIS di depan para alumni.

Alumni yang tertarik dengan program ini pada saat itu juga sudah mulai memberikan dana hibah.

Meskipun belum cukup, tetapi sudah dapat dikembangkan dalam menjalankan koperasi ini.

Selain dari alumni, selang beberapa bulan, koperasi ini memperoleh bantuan hibah dari warga Aceh yang peduli dengan ekonomi syariah.

Hal ini tidak terlepas dari peran kepala sekolah yang terus berusaha memastikan setiap kegiatan koperasi syariah ini selalu ‘on the track’, sesuai syariah dan tidak melanggar ketentuan fikih muamalah.

Baca juga: Dafa Farel Ketua OSIS SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh

Akibatnya, para dermawan yang peduli ekonomi syariah banyak terketuk hatinya untuk berkontribusi.

Saat saya mengunjungi sekolah tersebut untuk memberikan motivasi literasi, kepala sekolah memberi tahu bahwa dirinya baru saja memperoleh bantuan dari warga Aceh untuk koperasi syariah ini.

Meskipun tidak banyak, tetapi sudah sangat membantu.

Kamaruddin meminta saya untuk menyerahkan bantuan tersebut kepada Ketua OSIS SMAN 1 Kutapanjang, Syukriadi.

Para donatur berpesan bahwa bantuan tersebut dapat digunakan untuk dana simpan pinjam koperasi.

Tentu saja saya sangat tersanjung diberikan kepercayaan mewakili para donatur.

Bantuan yang diterima Koperasi Syariah SMAN 1 Kutapanjang sifatnya tidak mengikat.

Meskipun tidak mengikat, tetapi pengurus koperasi tetap membuat laporan pertanggungjawaban untuk dilaporkan kepada pengurus OSIS, sekolah, dan tentunya para donatur.

Selama koperasi tersebut berjalan, Kamaruddin menilai laporan pertanggungjawaban dari siswanya tersebut sangat transparan dan tidak kurang dari dana awal.

Bahkan, dana koperasi bertambah.

Ketua OSIS SMAN 1 Kutapanjang, Syukriadi, menjelaskan bahwa dana koperasi yang dimiliki digunakan dalam bentuk simpan pinjam dan usaha.

Baca juga: Parah! Oknum Guru Ini Ternyata Idap Hiperseks, Sudah Cabuli 40 Siswi, Modusnya Ajak Kegiatan OSIS

Konsep yang belum pernah saya temukan pada sekolah lain.

Saya semakin penasaran bagaimana teknis mereka menjalankan koperasi bersifat syariah.

Syukriadi menjelaskan secara rinci.

Siswa yang membutuhkan keperluan sekolah misalnya, diprioritaskan untuk meminjam pada koperasi syariah ini.

Dana yang dipinjam dapat digunakan untuk membeli keperluan sekolah seperti alat tulis dan dan perlengkapan lainnya.

Tentu saja siswa yang meminjam ini memang sangat membutuhkan dan tidak memiliki uang.

Siswa yang meminjam ini tidak dikenakan bunga karena memang koperasi ini berbasis syariah.

Misalnya, seorang siswa SMAN 1 Kutapanjang yang seragam sekolahnya sudah mulai tidak layak pakai berencana membeli seragam tetapi orang tuanya belum memiliki uang saat itu.

Siswa tersebut meminjam uang koperasi sebesar Rp200.000 pada 1 Februari 2022 dengan jangka waktu pembayaran dua bulan.

Siswa ini akan mengembalikan pinjaman ini pada dua bulan kemudian.

Sebanyak Rp100.000 dikembalikan pada 1 Maret dan sisanya dibayarkan pada 1 April 2022.

Secara nominal tidak ada keuntungan memang dari sistem simpan pinjam ini.

Namun, sangat membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa tertentu.

Saat saya tanyakan apakah semua siswa mengembalikan pinjaman, Syukriadi mengaku bahwa hingga saat ini belum ada satu siswa pun yang menunggak pembayaran.

Saya semakin penasaran dari mana koperasi ini memperoleh keuntungan.

Ternyata koperasi ini menjalankan usaha seperti menyediakan perlengkapan sekolah dan takjil (wirausaha khusus bulan Ramadhan, berjualan di pasar menjelang buka puasa).

Dana awal yang mereka miliki termasuk bantuan dari alumni dan hibah warga Aceh yang peduli ekonomi syariah digunakan sebagai modal.

Keuntungan dari usaha ini dimanfaatkan sebagai kas OSIS.

Melalui kas inilah mereka menjalankan berbagai kegiatan OSIS.

Selain itu, keuntungan tersebut juga digunakan untuk menambahkan modal usaha.

Saat terjadi pergantian pengurus OSIS, mereka mewariskan keuntungan sebagai dana kas OSIS.

Sesuatu yang sangat jarang terjadi di sekolah lain.

SMAN 1 Kutapanjang yang berada di Kecamatan Kutapanjang pada jalur Blangkejeren– Aceh Barat Daya (Abdya), meskipun berada di antara Bukit Barisan, tetapi telah membuka mata saya bahwa siswa SMA mampu menjalankan usaha dan koperasi berbasis syariah.

Reportase ini diharapkan menjadi inspirasi bagi saya dan sekolah lain untuk menerapkan program kreatif dan inovatif seperti SMAN 1 Kutapanjang sekaligus ajang pembelajaran bagi siswa.

Semoga. (darmawanbuchari@ gmail.com) 

Baca juga: OSIS SMAN 2 Delima Pidie Gelar Latihan Kepemimpinan Siswa

Baca juga: Pengurus Osis SMP Negeri 2 Tapaktuan Dilantik, Ini Harapan Kepala Sekolah

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved