Breaking News:

Internasional

Pekerja Minyak Iran Ancam Mogok Kerja, Minta Pemerintah Akhiri Tindakan Keras ke Demonstran

Seribuan pekerja minyak Iran mengancam akan mogok kerja jika tindakan keras pemerintah terhadap demonstran terus berlanjut.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pekerja kilang minyak dan gas Iran telah mengancam akan mogok kerja, jika pemerintah terus menindak keras demonstran. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Seribuan pekerja minyak Iran mengancam akan mogok kerja jika tindakan keras pemerintah terhadap demonstran terus berlanjut.

Itu akan menjadi sebuah langkah yang dapat melumpuhkan ekonomi yang bergantung pada pendapatan hidrokarbon.

“Kami mendukung perjuangan rakyat melawan kekerasan terorganisir dan sehari-hari terhadap perempuan dan melawan kemiskinan dan neraka yang mendominasi masyarakat,” kata Dewan Penyelenggara Buruh Kontrak Minyak, lapor Radio Farda, Rabu (28/9/2022).

Ekspor minyak mentah dan gas alam Iran menyumbang 18 persen dari PDB dan sekitar seperempat dari pendapatan pemerintah pada 2019, menurut perkiraan.

Kerusuhan besar-besaran telah mengguncang Iran, dengan protes menyebar ke lebih dari 80 kota besar dan kecil.

Baca juga: Legenda Sepak Bola Iran Kutuk Kematian Mencurigakan Mahsa Amini di Tangan Polisi, Dukung Demonstrasi

Hal itu terjadi setelah kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun saat ditahan oleh polisi moral pada 13 September karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat Republik Islam.

Sementara itu, komando kepolisian Iran pada Rabu (28/9/2022) memperingatkan pasukan akan turun tangan dengan keras terhadap protes yang meletus hampir dua minggu lalu.

"Hari ini, musuh Republik Islam Iran dan beberapa perusuh berusaha mengganggu ketertiban, keamanan, dan kenyamanan negara dengan dalih apa pun," kata komando polisi dalam sebuah pernyataan.

“Petugas polisi akan menentang dengan sekuat tenaga persekongkolan kontra-revolusioner dan elemen-elemen yang bermusuhan," ujarnya.

"Kami akan menindak tegas mereka yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan di mana pun di negara ini,” katanya, seperti dikutip kantor berita Fars.

Kantor berita Fars pada Selasa (27/9/2022) melaporkan sekitar 60 orang telah tewas sejak kematian Mahsa Amini pada 16 September 2022.

Baca juga: Keluarga Mahsa Amini Tuduh Polisi Moral Iran Lakukan Penyiksaan dan Pelecehan

Dimana, naik dari jumlah resmi 41 orang tewas yang dilaporkan pihak berwenang pada Sabtu (24/9/2022).

Para pejabat mengatakan telah melakukan lebih dari 1.200 penangkapan, termasuk aktivis, pengacara dan jurnalis.

Kematian Amini telah memicu demonstrasi besar pertama oposisi di jalan-jalan.

Setelah pihak berwenang berusaha menghancurkan protes terhadap kenaikan harga bensin pada 2019.

Protes buruh di Iran juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir ini sebagai tanggapan terhadap penurunan standar hidup dan dukungan negara.

Karena sanksi Barat telah melumpuhkan perekonomian masyarakat.(*)

Baca juga: Menteri Kebudayaan Iran Ancam Aktris Pelanggar Jilbab dan Ikut Demonstrasi, Karir Dimatikan

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved