Breaking News:

Berita Aceh Timur

Penertiban Cafe yang Melanggar Syariat Islam di Aceh Timur, Pernah Kedapatan Pria dan Janda Khalwat

Seperti 12 Agustus 2022 lalu, warga Desa Meunasah Teungoh mengamankan empat pria yang diduga melakukan perbuatan khalwat dengan seorang janda dari...

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
Dok: Satpol PP dan WH Aceh Timur.
Tim gabungan terdiri dari Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Timur, di-back up TNI-Polri, Muspika, dan perangkat desa menertibkan empat cafe yang melanggar syariat Islam, di pinggir jalan Nasional Banda Aceh - Medan, tepatnya di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. 

Seperti 12 Agustus 2022 lalu, warga Desa Meunasah Teungoh mengamankan empat pria yang diduga melakukan perbuatan khalwat dengan seorang janda dari salah satu cafe di pinggir jalan tersebut.

Laporan Seni Hendri Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM - IDI - Tim gabungan terdiri atas Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Timur, diback up TNI-Polri, Muspika, dan perangkat desa menertibkan empat cafe yang melanggar syariat Islam, di pinggir jalan Nasional Banda Aceh - Medan, tepatnya di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.

Penertiban yang melibatkan puluhan personel tim gabungan itu dilakukan Rabu (28/9/2022) kemarin.

Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh Timur, T Amran SE atau Ampon, mengatakan penertiban dan pembongkaran rex-rex pada empat cafe tersebut karena sudah beberapa kali terdapat perbuatan yang melanggar syariat Islam.

Seperti 12 Agustus 2022 lalu, warga Desa Meunasah Teungoh mengamankan empat pria yang diduga melakukan perbuatan khalwat dengan seorang janda dari salah satu cafe di pinggir jalan tersebut.

Dua pelaku yang diamankan saat itu masih dibawah umur, sehingga perkaranya saat ini sedang ditangani Polres Aceh Timur.

Sebelum dilakukan penertiban ini, kata Ampon, sebelumnya sudah sering dilakukan sosialisasi kepada pemilik cafe agar mematuhi syariat Islam.

Tapi dugaan pelanggaran syariat Islam terus terjadi, sehingga Satpol PP dan WH Aceh Timur, berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Nurussalam, perangkat desa setempat, dan pemilik cafe dan semua pihak sepakat dilakukan pembongkaran.

Baca juga: VIDEO Satpol PP Bireuen Bersama Tim Gabungan Tertibkan  Lapak PKL di Peusangan

Ada pun yang dibongkar, jelas Kasatpol PP, yaitu gubuk-gubuk yang rentan terjadi pelanggaran syariat Islam.

Cafe-cafe yang memiliki penerangan yang cukup juga diberikan imbauan agar mematuhi syariat Islam.

Pascapulih dari Pandemi Covid-19, jelas Ampon, Pemkab Aceh Timur, sangat mendukung sektor usaha untuk kebangkitan perekonomian masyarakat.

Namun ungkap Ampon, para pelaku usaha juga harus sama-sama mematuhi dan menjalankan syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Tidak hanya pelaku usaha cafe, ungkap Ampon, tapi pelaku usaha perhotelan, pelaku objek wisata di Aceh Timur, harus sama-sama menjaga dan mengawasi penerapan syariat Islam, agar terciptanya suasana yang aman, nyaman, tertib dan lancar.(*)

Baca juga: Satpol PP dan WH Aceh Besar Tegur 5 Pelajar Nongkrong di Warkop

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved