Breaking News:

Berita Bireuen

Abrasi Meluas di Rheum Baroh Bireuen,  Area Tarek Pukat Darat Semakin Sempit

Anwar salah seorang nelayan setempat kepada Serambinews.com mengatakan, akibat abrasi meluas kegiatan untuk menarik pukat darat mengalami kesulitan...

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Seorang nelayan Rheum Baroh, Simpang Mamplam, Kamis (29/09/2022) sedang menarik pukat, area atau kawasan pinggir pantai untuk tarek pukat semakin kecil karena dihantam ombak laut dan abrasi meluas. 

Anwar salah seorang nelayan setempat kepada Serambinews.com mengatakan, akibat abrasi meluas kegiatan untuk menarik pukat darat mengalami kesulitan karena bibir pantai sudah menjadi laut. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pesisir pantai Gampong Rheum Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen merupakan kawasan tempat para nelayan melakukan aktivitas mencari ika,n diantaranya menarik pukat darat.

Lokasi untuk aktivitas menarik pukat darat dulunya luas, namun sekarang semakin sempit karena dihantam ombak laut. 

Amatan Serambinews.com, Kamis (29/09/2022), sejumlah nelayan sedang menjual ikan dan ada juga yang sedang menarik pukat darat.

Namun, area untuk memudahkan menarik pukat darat semakin kecil dan sempit.

Anwar salah seorang nelayan setempat kepada Serambinews.com mengatakan, akibat abrasi meluas kegiatan untuk menarik pukat darat mengalami kesulitan karena bibir pantai sudah menjadi laut. 

Anwar yang ditemani Bang Pen menambahkan, bibir pantai sudah rusak parah sejak
dua tahun terakhir dan kondisi abrasi menjadikan para nelayan kesulitan melakukan aktivitas mencari ikan.

Baca juga: Kondisi Abrasi Rheum Baroh Bireuen Sudah Dilaporkan ke Dinas Terkait

Keuchik Rheum Baroh, Swardi (50) kepada Serambinews.com mengatakan, penduduk Desa Rheum Baroh  sekitar 350 kepala keluarga atau 1.500 jiwa.

Umumnya para nelayan dan tersebar dalam empat dusun yaitu Dusun  Pusong, Dusun M Saleh, Dusun Calok, dan Dusun Tgk Ibunda. 

Nelayan umumnya melaut setiap hari, kecuali Hari Jumat kegiatan utama menarik
pukat darat.   

Bagi para nelayan menarik pukat darat  dan saran penangkapan ikan lainnya adalah sumber pendapatan keluarga.

“Ada sekitar 40 kelompok nelayan tarik pukat darat di Rheum Baroh, namun hasil tangkapan tidak menentu dan juga kawasan sebagai area untuk tarik pukat darat semakin sempit karena abrasi meluas,” ujarnya.

"Kondisi abrasi meluas menyebabkan para nelayan sudah untuk beraktivitas mencari ikan dan sangat mengharapkan abrasi ditangani segera", harap keuchik.  (*)

Baca juga: Abrasi Meluas di Rheum Baroh Bireuen, Kios dan Tambak Terancam Amblas

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved