Berita Banda Aceh
Aceh Terdampak Siklon Tropis Noru, Gelombang Laut Capai 6 Meter
Aceh beberapa hari terakhir ini dilanda cuaca buruk, berupa hujan lebat yang disertai angin kencang
Pada Kamis kemarin, cuaca buruk masih berlangsung di Nagan Raya.
BMKG Stasiun Meteorologi Nagan Raya menyebutkan, hujan masih akan terus menguyur kawasan barat selatan Aceh hingga beberapa hari ke depan.
"Waspadai hujan intensitas ringan hingga lebat di pesisir pantai barat," ujar Almira Apriliyanti STr, prakirawan BMKG Nagan Raya.
Baca juga: Info Cuaca Hari Ini, Hujan Masih akan Melanda Sebagian Aceh Hingga 3 Hari Kedepan, Begini Data BMKG
Kategori siaga
Stasiun BMKG Pusat mengungkapkan, Siklon Tropis Noru saat ini terpantau di Laut Cina Selatan dengan kecepatan angin maksimum 85 knots (155 km/jam) dan tekanan udara minimum sebesar 950 mb bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Namun intensitasnya diperkirakan melemah dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat.
Siklon itu berdampak hujan lebat di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jambi dan Bengkulu.
Selain itu, juga berdampak pada gelombang laut tinggi (2,5-4 meter) di Laut Natuna Utara, perairan utara Pulau Sabang.
Provinsi di Indonesia yang berada dalam kategori ‘Siaga’ terhadap bencana hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, dan lainnya) dampak dari potensi hujan lebat adalah Aceh.
Ancaman potensi hujan lebat itu juga disampaikan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.
Hujan lebat disertai angin kencang dan petir akan terjadi di hampir seluruh wilayah Aceh hingga dua hari ke depan.
“Jadi diperkirakan untuk Aceh dua tiga hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat,” kata Kasi Data BMKG Kelasi I SIM, Zakaria Ahmad.
Dia mengatakan, jika dilihat dari dinamika atmosfer di Aceh, hal tersebut sangat mendukung.
Baca juga: Tiga Hari Kedepan, Waspada Potensi Cuaca Buruk di Perairan Barat Aceh
Dimana dengan adanya pergerakan masa udara (rosbi) dari Timur ke Barat, kemudian terjadinya belokan angin di wilayah Aceh dan stabilitas atmosfer yang uap airnya mencapai 100 persen.
“Artinya uap air sangat banyak di atas atmosfer kita.