Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dampak Perang Rusia Vs Ukraina, Kengerian Krisis Ekonomi Inggris, dari Makan Karet hingga Jadi PSK

Konflik Rusia dan Ukraina yang berkecamuk sejak Februari 2014 yang lalu, berdampak terhadap ekonomi banyak negara Eropa, termasuk Inggris

Editor: bakri
AFP/OLI SCARFF
Seorang warga di Liverpool, Inggris, Minggu (25/9/2022), mengambil foto poster gerakan ‘Jangan Bayar’ yang menyerukan harga energi yang lebih adil untuk semua, dan boikot pembayaran tagihan energi. 

Konflik Rusia dan Ukraina yang berkecamuk sejak Februari 2014 yang lalu, berdampak terhadap ekonomi banyak negara Eropa, termasuk Inggris.

Negara maju itu kini tengah menghadapi krisis ekonomi parah.

Harga bahan pangan naik tajam, dan membuat banyak warganya kelaparan karena tak sanggup membeli makanan.

PADA 24 Februari 2022, Rusia menyerbu Ukraina, yang menandai eskalasi besar perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada tahun 2014 silam.

Konflik yang berkecamuk itu telah berdampak terhadap ekonomi banyak negara Eropa, termasuk Inggris.

Hal ini dikarenakan perang Rusia-Ukraina menjadi penyebab melambungnya harga minyak dan gas dunia.

Akibatnya, harga-harga kebutuhan pokok di berbagai negara Eropa, khususnya Inggris pun kian mahal.

Masyarakat Inggris pun terpaksa harus membayar biaya listrik yang melonjak sangat tinggi akibat perang Rusia-Ukraina.

Pada Agustus 2022, tingkat inflasi di negara itu masih berada di level 9,9 persen.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Dunia Bakal Resesi pada 2023, Ini Pilihan Investasi yang Tahan Krisis Ekonomi

Baca juga: Pemerintah Iran Abaikan Krisis Ekonomi dan Demonstrasi Nasional, Sebut Bukan Masalah Besar

Seorang mahasiswa Indonesia di London, Dhita Mutiara Nabella, mengungkapkan harga sewa tempat tinggal saat ini telah naik sebesar 15-25 persen.

Kenaikan harga juga terjadi pada bahan makanan.

Di restauran kenaikan yang terjadi mencapai 10-20 persen, sedangkan bahan makanan di supermarket dan pasar seperti telur naik mencapai 30 persen, demikian juga untuk daging dan sayur-sayuran.

Terkait energi, Nabella memaparkan kenaikan tagihan listrik bisa mencapai 60-80 persen.

Mengutip The Guardian, Jumat (23/9/2022), menurut laporan Money Advice Trust, diperkirakan 20 persen orang dewasa Inggris atau 10,9 juta orang menunggak tagihan listrik.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved