Rabu, 6 Mei 2026

Luar Negeri

Rusia Caplok 4 Wilayah di Ukraina, China dan India Malah Abstain di PBB, Amerika Bilang Begini

Amerika Serikat meminta negara-negara anggota untuk tidak mengakui perubahan status Ukraina dan mewajibkan Rusia untuk menarik pasukannya.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Spencer PLATT / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadakan pemungutan suara pada resolusi untuk tidak mengakui aneksasi Rusia atas wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia pada 30 September 2022 di Markas Besar PBB di New York City. Kepala urusan politik PBB mengumumkan bahwa pemilihan baru-baru ini di daerah mengenai apakah mereka ingin menjadi bagian dari Federasi Rusia, tidak dapat dianggap sebagai sah. 

“Tidak ada satu negara pun yang memilih Rusia. Tidak satu pun," kata Thomas-Greenfield kepada wartawan setelah pertemuan itu.

Seraya menambahkan bahwa abstain jelas bukan membela pada Rusia.

Baca juga: Dampak Perang Rusia Vs Ukraina, Kengerian Krisis Ekonomi Inggris, dari Makan Karet hingga Jadi PSK

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia berpendapat bahwa daerah-daerah itu memilih untuk menjadi bagian dari Rusia.

"Tidak akan ada jalan untuk mundur karena rancangan resolusi hari ini akan mencoba memaksakan," kata Nebenzia dalam pertemuan itu.

Duta Besar Ukraina untuk PBB, Sergiy Kyslytsya yang menentang resolusi itu mengatakan bahwa “sekali lagi bersaksi tentang isolasi Rusia dan upaya putus asanya untuk menyangkal kenyataan dalam komitmen bersama kita, mulai dari piagam PBB”.

Utusan Inggris, Barbara Woodward, mengatakan Rusia telah menyalahgunakan hak vetonya untuk membela tindakan ilegalnya, tetapi mengatakan aneksasi itutidak memiliki efek hukum.

"Ini adalah fantasi," tambahnya.

Beijing tidak nyaman

China abstain dari pemungutan suara pada resolusi tersebut, tetapi juga menyuarakan keprihatinan tentang krisis yang berkepanjangan dan meluas di Ukraina.

China telah tegas atas konflik di Ukraina, mengkritik sanksi Barat terhadap Rusia.

China juuga berhenti mendukung atau membantu dalam kampanye militer Rusia, meskipun kedua negara menyatakan kemitraan strategis tanpa batas pada bulan Februari.

Dalam pengakuan yang mengejutkan, Putin baru-baru ini mengatakan bahwa pemimpin China Xi Jinping memiliki kekhawatiran tentang Ukraina.

Duta Besar Beijing untuk PBB, Zhang Jun berpendapat bahwa sementara kedaulatan dan integritas teritorial semua negara harus dijaga, dan masalah keamanan negara juga harus ditanggapi dengan serius.

“Selama tujuh bulan krisis Ukraina, krisis dan efek limpahannya memiliki berbagai dampak negatif,”

“Prospek krisis yang berkepanjangan dan meluas juga mengkhawatirkan,”

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved