Berita Pidie
Warga Cot Cantek Takut ke Kebun, Gajah Liar Masih Bertahan
Puluhan kawanan gajah liar selama enam hari terakhir mengubrak-abrik kebun warga di Gampong Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Pidie
SIGLI - Puluhan kawanan gajah liar selama enam hari terakhir mengubrak-abrik kebun warga di Gampong Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Pidie.
Hingga Jumat (30/9/2022) kemarin, satwa dilindungi itu masih bertahan di dekat kebun penduduk.
Keuchik Cot Cantek, Sulaiman kepada wartawan, Jumat (30/9/2022) mengatakan, warga berusaha menghalau kawanan gajah akibat mengubrak-abrik tanaman di kebun.
Tapi, setelah itu kawanan gajah lair justru kembali lagi ke lokasi.
Menurutnya, saat ini petani tidak berani lagi ke kebun mengingat kawanan gajah secara tiba-tiba muncul di kebun warga.
"Sebab, binatang itu tiba-tiba sudah berada di samping kita.
Makanya, warga ketakutan hendak berkebun," jelasnya.
Ia menyebutkan, sasaran pengrusakan dilakukan kawanan gajah liar itu antara pohon pisang, pinang, kelapa, rambutan dan tumbuhan produktif lainnya.
Petani hanya menyaksikan tanaman mereka porak-poranda.
Tercatat kebun seluas 24 hektare lebih dirusak kawanan gajah liar pada malam hari.
Baca juga: Gangguan Gajah Liar Jadi Kendala PSR di Aceh Jaya
Baca juga: Polsek Banda Alam Bantu Warga yang Rumahnya Dirusak Gajah Liar
Kawanan gajah menyerang kebun warga di Gampong Cot Cantek, baru satu kali terjadi pada tahun 2022.
"Kami mohon perhatian pemerintah terhadap gangguan gajah.
Bagaimana kami mencari rezeki dalam mengasapi dapur untuk keluarga.
Mayoritas warga di sini lebih banyak mencari rezeki di kebun," jelasnya.
Camat Sakti, Masyitah SAg kepada Serambi, Jumat (30/9/2022), menjelaskan, gangguan kawanan gajah sudah berlangsung selama enam hari merusak kebun petani.
Saat ini, kawanan gajah masih bertahan di kebun warga di kawasan Cot Cantek.
Menurutnya, kawanan gajah itu berjumlah 40 ekor lebih, dan sering kembali ke kebun warga di Cot Cantek, meski sudah diusir warga dengan membakar mercon.
"Petani susah sekali untuk menghalau kawanan gajah.
Sebab, setelah diusir mereka kembali lagi ke kebun warga.
Kami juga telah melaporkan ke BKSDA," pungkasnya.
Sulit Dihentikan
Baca juga: Tim BKSDA Ledakkan Mercon untuk Usir Gajah Liar dari Permukiman Penduduk di Nagan Raya
Kepala Seksi Konservasi Wilayah Satu BKSDA Aceh, Kamaruzzaman kepada Serambi, Selasa (6/9/2022])), mengatakan, yang perlu dipahami terhadap konflik gajah di Pidie terus terjadi akibat habitat binatang dalam hutan belantara sudah diganggu.
Sehingga saat 'rumah satwa dilindungi itu diusik' maka satwa itu akan keluar dari habitat dan menyasar kebun hingga lahan pertanian warga.
Ia menjelaskan, BKSDA Aceh sudah banyak melakukan dalam mengantisipasi gangguan gajah, seperti pemasangan power fancing atau kawat listrik, meaki tidak secara keseluruhan.
Kemudian, penempatan CRU di Kecamatan Mila dan koordinasi dengan instansi terkait serta penyuluhan.
Namun, kata Kamaruzzaman, sejauh habitat itu tetap saja merusak. (naz)
Baca juga: Kawanan Gajah Liar Resahkan Warga, Camat Sakti Tinjau Lokasi Sawah Dirusak, Petani kian Menderita
Baca juga: Gajah Liar Kembali Berkeliaran di Sekitar Permukiman Warga Seunagan Timur Nagan Raya