Kamis, 9 April 2026

Internasional

Pasukan Israel Tembak Remaja Pelempar Batu dari Celah Pagar Pembatas, Seorang Tewas

Pasukan Israel menembak dan membunuh seorang remaja Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Editor: M Nur Pakar
AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Seorang ibu bersama anaknya melihat pasukan keamanan Israel mencari penyerang bus di Kota Salem, timur Nablus, Tepi Barat, Palestina, Minggu (2/10/2022). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Pasukan Israel menembak dan membunuh seorang remaja Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Setelah sekelompok pemuda membuat lubang melalui pagar pemisah dan melemparkan benda-benda ke arah polisi.

Penembakan itu terjadi di Azariyah, sebuah desa di luar Jerusalem, dan menandai kekerasan terbaru dalam apa yang telah menjadi tahun paling mematikan di Tepi Barat sejak 2015.

Dilansir AFP, Minggu (2/10/2022), video amatir yang dibagikan di media sosial menunjukkan sekelompok pemuda bertopeng berkumpul di depan pagar beton yang menjulang tinggi.

Kemudian, meneriakkan slogan-slogan saat mereka memaksa masuk melalui sebuah gerbang.

"Maju terus para penggemar populer kami," teriak mereka.

Baca juga: Pengacara HAM Palestina Mogok Makan di Penjara Israel, Memprotes Penahanannya Tanpa Dakwaan

Namun, sebuah lubang di dinding pemisah patroli meledak.

Polisi perbatasan paramiliter Israel mengatakan pasukan menembak seorang pengunjuk rasa yang berusaha melemparkan bom api ke mereka ketika datang untuk membubarkan demonstrasi.

Dikatakan para demonstran melemparkan batu dan bahan peledak ke arah mereka.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pemuda yang tewas itu bernama Fayez Damdoum yang berusia 18 tahun.

Israel membangun penghalang sekitar 20 tahun yang lalu dalam apa yang dikatakannya sebagai tindakan keamanan yang dimaksudkan untuk mencegah penyerang memasuki Israel.

Tetapi penghalang itu sering kali masuk ke Tepi Barat, memotong hampir 10 persen wilayahnya.

Baca juga: PM Malaysia Dukung Palestina Sebagai Negara Merdeka

Orang-orang Palestina memandang bangunan itu sebagai perampasan tanah ilegal dan simbol pendudukan militer Israel selama 55 tahun di wilayah itu.

Israel merebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967.

Sekitar 700.000 pemukim Israel sekarang tinggal di dua wilayah, yang diklaim Palestina sebagai negara masa depan.

Pembunuhan Sabtu (1/10/2022) terjadi pada saat ketegangan meningkat.

Israel telah melakukan peningkatan aktivitas militer di Tepi Barat, sebagian besar di kota utara Jenin dan Nablus.

Menyusul serangkaian serangan mematikan Palestina di dalam wilayah Israel musim semi lalu.(*)

Baca juga: Kisah Tragis Bocah Palestina Berusia 7 Tahun, Meninggal Gagal Jantung saat Dikepung Pasukan Israel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved