Kamis, 9 April 2026

Info Haji 2026

Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta

Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan menurunkan biaya haji 2026 sebesar Rp 2 juta

Editor: mufti
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto 
Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan menurunkan biaya haji 2026 sebesar Rp 2 juta, meski harga avtur tengah melonjak tajam.
  • Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat, khususnya jamaah haji, agar tidak terbebani kenaikan biaya operasional penerbangan.
  • Dia menegaskan pemerintah akan selalu melindungi rakyat sampai ke level terbawah.

Yang boleh saya umumkan sekarang adalah pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta. Prabowo Subianto, Presiden RI 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan menurunkan biaya haji 2026 sebesar Rp 2 juta, meski harga avtur tengah melonjak tajam. Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat, khususnya jamaah haji, agar tidak terbebani kenaikan biaya operasional penerbangan.

"Yang sudah kita putuskan adalah, yang boleh saya umumkan sekarang adalah pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta," ujar Prabowo, dalam taklimat di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026). 

Prabowo mengatakan, meskipun harga avtur naik, tapi pemerintah berani menurunkan biaya haji. Dia menegaskan pemerintah akan selalu melindungi rakyat sampai ke level terbawah. "Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah," imbuh dia. 

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memastikan biaya haji 2026 tidak akan terbebani kenaikan harga avtur pesawat. Prabowo Subianto disebut menyediakan solusi atas lonjakan biaya tersebut demi menjaga keterjangkauan bagi jamaah. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, usai menutup Manasik Haji Akbar 1447 H/2026 M Bank Sumut di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/4/2026).

“Memang ada kenaikan avtur sangat signifikan, tapi perintah Presiden adalah beliau tidak menginginkan ada beban yang berat untuk jamaah haji,” ujar Dahnil dilansir dari Antaranews. Dahnil menjelaskan, kenaikan harga avtur terjadi cukup tajam akibat dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya operasional penerbangan haji. Maskapai nasional Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji Indonesia disebut harus menanggung biaya tambahan yang besar. Bahkan, maskapai Arab Saudi juga telah menyampaikan adanya kenaikan beban biaya.(kompas.com)

Dubes Pastikan Arab Saudi Aman

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan bertemu Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Almudi. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Faisal menyampaikan bahwa Arab Saudi saat ini dalam keadaan damai. "Arab Saudi saat ini dalam keadaan damai. Kami sangat memperhatikan kepentingan umat Islam dan terus berupaya menjaga stabilitas, termasuk mendorong agar ketegangan di kawasan tidak berlanjut," ujar Dubes Faisal dalam keterangan resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), dikutip Rabu (8/4/2026).

Ia juga menyampaikan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut untuk memastikan kesiapan pelayanan bagi duyufurrahman atau tamu-tamu Allah yang akan melaksanakan ibadah haji. "Kunjungan ini merupakan follow up koordinasi kami untuk menjamin perjalanan jamaah haji berjalan dengan baik. Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia berkomitmen memberikan dukungan penuh demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji," ujar Dubes Faisal. 

Sementara itu, Gus Irfan memastikan bahwa penyelenggaraan haji untuk tahun ini telah disiapkan secara menyeluruh oleh Kemenhaj. "Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar serta memberikan kenyamanan dan keberkahan bagi seluruh jamaah," ujar Gus Irfan.

Ia juga memastikan pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia secara bertahap dimulai pada 22 April 2026. Lanjutnya, komitmen serta dukungan terus mengalir dari Pemerintah Arab Saudi, khususnya Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota, serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. "Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Arab Saudi atas komitmen dan dukungannya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, termasuk jamaah Indonesia," ucapnya.

Terkait dinamika global dan situasi di kawasan Timur Tengah, Gus Irfan berharap agar kondisi tersebut tidak berdampak pada operasional penyelenggaraan ibadah haji. "Kami berharap ketegangan dapat segera mereda, sehingga seluruh proses ibadah haji dari berbagai negara dapat berjalan dengan lancar, aman," ucap Gus Irfan.(kompas.com)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved