Breaking News:

Internasional

159 Kota di Seluruh Dunia Ikut Demonstrasi, Protes Tindakan Keras Pasukan Keamanan Iran

Warga Iran yang berbasis di luar negeri dan pendukung mereka berkumpul di kota-kota di seluruh dunia untuk memprotes tindakan keras pasukan keamanan

Editor: M Nur Pakar
AFP
Nasibe Samsaei, seorang wanita Iran yang tinggal di Turki, memotong kuncir kudanya selama protes di luar konsulat Iran di Istanbul, Turki, Rabu (21/9/2022) 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Warga Iran yang berbasis di luar negeri dan pendukung mereka berkumpul di kota-kota di seluruh dunia untuk memprotes tindakan keras pasukan keamanan Iran ke demonstran.

"Perempuan, hidup, kebebasan" dan "Matilah diktator", mereka meneriakkan di jalan-jalan kota kelahiran Amini di Saqqez, di provinsi Kurdistan.

Dilansir AFP, Minggu (2/10/2022), polisi anti huru hara berkumpul di persimpangan jalan utama di seluruh ibu kota.

Mahasiswa ber demonstrasi di Lapangan Enghelab (Revolusi) dekat Universitas Teheran di pusat kota untuk mendesak pembebasan mahasiswa yang ditangkap.

Polisi bentrok dengan pengunjuk rasa yang meneriakkan slogan-slogan dan menangkap beberapa dari mereka.

Rekaman video yang dibagikan oleh kelompok Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Oslo juga menunjukkan protes mahasiswa di kota-kota lain.

Baca juga: Iran Tuntut Pencairan Dana Rp 107 Triliun dari Korea Selatan, Imbalan Pembebasan Dua Warga AS

Termasuk kota kedua Mashhad dan Karaj, di sebelah barat ibukota.

Para pengunjuk rasa terlihat meneriakkan dan para wanita melepas jilbab mereka.

Demonstrasi dukungan dilakukan di 159 kota di seluruh dunia.

Mulai dari Auckland ke New York dan Seoul hingga Zurich, kata kelompok Iran untuk Keadilan dan Hak Asasi Manusia.

Di Roma, pada rapat umum sekitar 1.000 orang, setengah lusin wanita memotong rambut mereka dalam solidaritas.

Pemimpin oposisi Iran Mir Hossein Mousavi, mengingatkan angkatan bersenjata Iran akan tugas mereka untuk kehidupan dan hak-hak rakyat.

Baca juga: Pemerintah Iran Abaikan Krisis Ekonomi dan Demonstrasi Nasional, Sebut Bukan Masalah Besar

Gerakan Hijau Mousavi menantang pemilihan presiden 2009 yang disengketakan Iran dalam kerusuhan pada tingkat yang tidak terlihat sejak Revolusi Islam 1979 sebelum dihancurkan oleh pihak berwenang.

“Jelas kemampuan Anda yang dianugerahkan kepada Anda untuk membela rakyat, bukan menindas rakyat, membela yang tertindas, tidak melayani orang kuat dan penindas,” katanya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved