Cahaya Aceh

Menjelajah Little Afrika-nya Aceh, Camping, Arung Jeram hingga Bermain dengan Gajah di DAS Peusangan

DAS Peusangan memang sangat cocok dijuluki sebagai ‘Little Afrika”nya Aceh.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Pengunjung bermain gajah di DAS Peusangan - DAS Peusangan memang sangat cocok dijuluki sebagai ‘Little Afrika”nya Aceh. Hamparan padang rumput yang luas, hutan yang lebat, kicauan burung, hingga gerombolan gajah liar di tepian sungai, menjadi gamparan kondisi alamnya. CRU DAS Peusangan sudah berada di dataran tinggi Gayo. Secara Administrasi, adanya di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah 

Kalau kamu ngecamp di CRU ini, jangan lupa bawa kopi atau jahe, karena udara dingin yang menusuk, membuatkan pengunjung butuh tegukan kopi.

Di CRU ini, sinyal telepon selular adalah barang mahal. Kamu harus pergi ke titik tertentu untuk sekedar menelepon atau mengirim pesan.

Susahnya sinyal telepon yang sebenarnya menjadi camping di CRU Peusangan semakin menarik.

Pengunjung bisa benar-benar lepas dari dunia luar, untuk sejenak merasakan pelukan alam.

“Berkunjung ke CRU DAS Peusangan menjadi pengalaman yang sangat berharga, karena bukan hanya melihat, tapi bisa bermain langsung dengan gajah-gajah di sini,” ujar Salwa Nisrina, Duta Wisata Indonesia saat berkunjung pada akhir September lalu.

Ya, para pengunjung bisa ikut langsung memandikan gajah, berfoto, hingga naik ke atas gajah.
Di CRU ini, terdapat tiga gajah betina jinak, Mega, Septi dan Oxin.

Baca juga: AirAsia Mendarat di Bandara SIM, 133 Penumpang Terbang Perdana dari Aceh ke Malaysia

Kalau lagi mandi, gajah-gajah ini suka memamerkan kebolehannya di depan pengunjung, seperti menyemprotkan air.

Usai puas bermain dengan gajah, pengunjung bisa menutup petualangan dengan arung jeram di Krueng Peusangan, tempat para gajah-gajah mandi.

Sungai atau Krueng Peusangan ini berhulu di Danau Lut Tawar dan bermuara di Selat Melaka.

Toprografi sungai yang lebar, deras, dan dipenuhi bebatuan menawarkan uji adrenalin level tinggi. Sepanjang mata mamandang, kiri dan kananya hanya hutan.

Dari atas perahu karet, pengunjung akan merasakan derasnya arus dan hentakan saat boat harus bertabrakan dengan bebatuan.

Ada saatnya harus landai, ada saatnya harus mengajuh supaya bisa melewati jeram-jeram yang sudah menjadi rutenya.

Jika lelah, pengunjung bisa meminta sekiper untuk menepi dan beristrihat. Jika membawa bekal, memilih makan di pinggir sungai dan tengah hutan juga cukup asyik.

Baca juga: PDA Janji Beri Suara Untuk Caleg DPR RI dari NasDem, Taufiqulhadi: Terima Kasih Abi Muhib

"CRU Peusangan ini dijuluki juga sebagai 'Little Africa', ini pengalaman pertama Salwa berkunjung ke sini dan kita di sini bisa rafting. Di sini digabungkan antara wisata alam dengan sport tourism," jelas Salwa.

Ada tiga pilihan jarak untuk arung jeram, adanya yang 6 km, hingga belasan kilometer. Jadi sesuaikan saja dengan kemampuan fisik ya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved