Internasional

Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel Bela Keputusannya Beli Gas Rusia, Lebih Murah dari Negara Lain

Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel membela keputusan pemerintahnya membeli gas alam dalam jumlah besar dari Rusia.

Editor: M Nur Pakar
AFP/John MACDOUGALL
Mantan Kanselir Jerman, Angela Merkel 

SERAMBINEWS.COM, BERLIN - Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel membela keputusan pemerintahnya membeli gas alam dalam jumlah besar dari Rusia.

Rusia sudah menjadi pemasok gas utama negaranya ketika dia meninggalkan jabatannya.

Berbicara di Lisbon, Merkel mengatakan: "Anda selalu bertindak pada saat Anda berada."

Merkel mengaku tidak menyesali keputusannya.

Dia mengatakan jelas Jerman perlu mendiversifikasi pasokan energinya karena menjauh dari pembangkit listrik berbahan bakar nuklir dan batu bara.

Dia menegaskan gas akan dibutuhkan selama periode transisi itu.

Baca juga: Polandia Mulai Perbaiki Kebocoran Jaringan Pipa Gas Rusia ke Jerman, Sebut Tidak Ada Sabotase

Merkel mengatakan dari perspektif waktu sangat rasional dan dapat dimengerti untuk mendapatkan gas pipa, termasuk dari Rusia, yang lebih murah daripada LNG negara lain.

Dia menambahkan bahkan dalam Perang Dingin, Rusia tetap menjadi pemasok energi yang andal.

Dilansir AFP, Jumat (14/10/2022), Merkel memimpin Jerman dari 2005 hingga Desember 2021 lalu.

Selama masa kekuasaannya, pipa Nord Stream 1 yang membawa gas langsung dari Rusia ke Jerman di bawah Laut Baltik mulai beroperasi.

Pemerintahnya juga mendukung jalur pipa paralel Nord Stream 2, meskipun ditentang keras oleh negara-negara Eropa tengah dan timur serta Amerika Serikat.

Itu tidak pernah memasuki layanan karena Kanselir Olaf Scholz saat ini menghentikan proses sertifikasinya sesaat sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.

Baca juga: Emir Qatar Temui Presiden Rusia, Bahas Perang Ukraina Yang Berdampak ke Pasar Energi Global

“Serangan brutal oleh Rusia ini telah membawa perubahan, ini adalah titik balik, dan pemerintah baru tentu saja harus menghadapinya dan sedang melakukannya," kata Merkel.

Jerman bekerja untuk mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia setelah invasi.

Sedangkan Rusia pada gilirannya memotong pasokan ke Jerman melalui Nord Stream 1 pada Juni 2022.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved