Minggu, 26 April 2026

Internasional

Pemukim Yahudi Serang Pinggiran Nablus, Rusak Mobil Warga Palestina

Pemukim Yahudi dI Tepi Barat menyerbu sebuah kota Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Editor: M Nur Pakar
AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Seorang ibu bersama anaknya melihat pasukan keamanan Israel mencari penyerang bus di Kota Salem, timur Nablus, Tepi Barat, Palestina, Minggu (2/10/2022). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Pemukim Yahudi dI Tepi Barat menyerbu sebuah kota Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Militer Israel, Kamis (20/10/2022) mengatakan pemukim Yahudi melempar batu ke mobil-mobil warga Palestina.

Bahkan, menggunakan semprotan merica pada tentara Israel yang berusaha membubarkan para pemukim Yahudi.

Pemukim Yahudi mengamuk pada Rabu (19/10/2022) malam, beberapa hari setelah insiden serupa di daerah yang sama.

Ketegangan Israel-Palestina terus melonjak karena serangan Israel di Tepi Barat dan peningkatan penembakan oleh warga Palestina.

Pejabat kesehatan Palestina, Kamis (20/10/2022) mengatakan seorang remaja Palestina berusia 16 tahun meninggal setelah terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel akhir bulan lalu.

Baca juga: Israel Blokade Nablus, 200.000 Warga Palestina Terkurung Sepekan Lebih, Pintu Masuk Kota Ditutup

Orang-orang Palestina menyerukan pemogokan umum di seluruh Tepi Barat sebagai tanggapan atas kekerasan yang meningkat.

Kerusuhan itu terjadi di dekat Huwara, sebuah kota Palestina di Tepi Barat utara dekat kota Nablus.

Di mana sekelompok pemuda yang tidak puas telah mengangkat senjata melawan Israel dan frustrasi dengan hubungan keamanan erat kepemimpinan Palestina dengannya.

Pejuang Palestina di daerah itu telah melakukan beberapa penembakan di pinggir jalan dalam beberapa pekan terakhir ini.

Daerah itu, rumah bagi sejumlah permukiman garis keras Yahudi, yang penduduknya sering mengintimidasi warga Palestina dan merusak properti mereka.

Para kritikus menuduh Israel menutup mata terhadap kekerasan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina dan memperlakukan mereka dengan impunitas.

Baca juga: Australia Tetap Teman Setia Israel, Solusi Dua Negara, Satu-Satunya Cara Berdamai dengan Palestina

Sebaliknya, bersikap keras terhadap penyerang atau pengunjuk rasa Palestina.

Kekerasan pemukim Yahudi di masa lalu juga menyebabkan konfrontasi dengan tentara yang sering memicu kecaman dari politisi tetapi jarang mengarah pada solusi untuk masalah tersebut.

Militer Israel mengatakan lusinan pemukim Yahudu berlari melalui kota, melemparkan batu ke mobil-mobil warga Palestina.

Para pemukim Yahudi menggunakan semprotan merica pada komandan batalion serta prajurit lain.

Para pemukim Yahudi menyemprotkan dua tentara lagi ke pos pemeriksaan terdekat, kata militer.

Tidak segera jelas mengapa para pemukim diizinkan untuk melanjutkan ke lokasi lain setelah insiden awal.

Dalam sebuah pernyataan, kepala staf militer, Letnan Jenderal Aviv Kohavi, mengutuk kekerasan tersebut.

"Ini insiden yang sangat serius, perilaku kriminal yang memalukan dan tercela, harus dituntut dengan tegas dan cepat," katanya.

Baca juga: Uni Emirat Arab Bantu Rumah Sakit Makassed Palestina, Kucurkan Dana Rp 385 Miliar

Kekerasan itu terjadi ketika ketegangan antara Israel dan Palestina meningkat dalam beberapa bulan terakhir ini.

Lebih dari 120 warga Palestina tewas dalam pertempuran Israel-Palestina di Tepi Barat dan Jerusalem Timur tahun ini, menjadikan t2022 sebagai tahun paling mematikan sejak 2015.

Mohammed Fadi Nuri (16) ditembak di perut bulan lalu oleh pasukan Israel, dekat kota Ramallah dan meninggal pada Kamis (20/10/2022).

Pemogokan umum yang diadakan pada Kamis (20/10/2022) akan mempengaruhi semua sektor, kecuali layanan vital seperti rumah sakit atau toko roti.

Pertempuran telah meningkat sejak serangkaian serangan Palestina di musim semi menewaskan 19 orang di Israel dan lebih banyak lagi dalam kekerasan baru-baru ini.

Militer Israel mengatakan sebagian besar warga Palestina yang tewas adalah militan.

Tetapi para pemuda pelempar batu yang memprotes serangan itu dan orang lain yang tidak terlibat dalam konfrontasi juga telah terbunuh.

Baca juga: Petugas Medis Palestina Siaga Tinggi, Operasi Militer Israel Terus Jatuhkan Korban Setiap Hari

Israel merebut Tepi Barat dalam perang Timur Tengah 1967, bersama dengan Yerusalem timur dan Jalur Gaza, wilayah yang dicari Palestina untuk negara masa depan mereka.

Israel sejak itu telah menempatkan sekitar 500.000 pemukim di Tepi Barat di sekitar 130 pemukiman.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved