Berita Banda Aceh
FTK UIN Ar-Raniry Bertekad Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja Tenaga Kependidikan
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry bertekad untuk meningkatkan disiplin, etos kerja, dan layanan publik para tenaga pendidikan.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry bertekad untuk meningkatkan disiplin, etos kerja, dan layanan publik para tenaga pendidikan, terutama di lingkungan FTK.
Dalam kaitan itu, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry melaksanakan workshop dengan mengundang narasumber Ir. Faizal Adriansyah, M. Si, Kepala Puslatbang KHAN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), dan Dr. Maimun, SE., Ak., M. Si Dosen UIN Ar-Raniry.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, Jumat (21/10/2022).
“Workshop ini bertujuan untuk memberikan arahan kepada seluruh tenaga kependidikan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, sehingga nantinya diharapkan terjadi perubahan ke arah yang lebih baik terhadap peningkatan etos kerja dan layanan publik tenaga kependidikan di FTK UIN Ar-Raniry,” demikian bunyi siaran pers yang diterima Serambinews.com, Jumat hari ini.
Kegiatan ini diikuti oleh 83 peserta yang terdiri atas 14 Ketua Program Studi, 14 Sekretaris Prodi, 2 Kasubbag, dan 53 tenaga kependidikan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry.
Ibarat Mobil tak Layak Jalan
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Safrul Muluk, M. Ed., Ph.D dalam sambutannya menyorot kondisi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry yang menurutnya kini ibarat mobil tidak layak jalan.
Karena itu, Safrul meminta seluruh Tenaga Kependidikan harus bersinergi untuk mengembalikan fungsi, serta meningkatkan mutu dan layanan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry.
Baca juga: FTK UIN Ar-Raniry Kerja Sama dengan SEAMEO SEAMOLEC, Terkait Pengembangan Teknologi Metaverse
Safrul Muluk menyampaikan, aturan tentang disiplin pegawai ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021.
Untuk itu dia meminta seluruh tenaga kependidikan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry harus disiplin dalam bekerja.
“Jihad tenaga kependidikan adalah hadir tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, serta memberikan layanan terbaik untuk seluruh civitas akademika serta masyarakat,” ungkap Safrul Muluk.
Baca juga: FTK UIN Ar-Raniry Lakukan Refreshment Instruktur Pendidikan Profesi Guru
Lebih lanjut Safrul Muluk menyampaikan tenaga kependidikan juga bagian dari yang diamanahkan untuk menyukseskan visi unggul yang sudah ditetapkan oleh Rektor UIN Ar-Raniry.
Ia menyampaikan, saat ini FTK sedang melakukan reakreditasi untuk 7 prodi, dengan target 6 prodi akan memperoleh akreditasi unggul.
“Disiplin, etos kerja yang baik, dan layanan publik menjadi kunci untuk mewujudkan visi tersebut. Untuk itu kita laksanakan kegiatan workshop ini dengan menghadirkan dua narasumber andal, yaitu Ir. Faizal Adriansyah, M. Si dan Dr. Maimun, SE., Ak., M. Si,” ujar Safrul Muluk.
Baca juga: SEMA dan DEMA FTK UIN Ar-Raniry Gelar Pelantikan Bersama, Ini Pesan Dekan
Faizal Adriansyah dalam materinya menyampaikan tentang prinsip-prinsip disiplin dan etos kerja dalam Islam.
Ia menjelaskan, konsep good governance sudah terlebih dahulu diaplikasi oleh Rasulullah SAW, yaitu dengan menjadi “sidiq, tablig, amanah, fatanah.”
Dalam Islam, kata Faizal, etos kerja diartikan sebagai sikap kepribadian yang melahirkan keyakinan mendalam, semua yang dikerjakan adalah ibadah.
Baca juga: MTsN Model Banda Aceh Jalin Kerja Sama dengan 11 Prodi FTK UIN Ar-Raniry
Etos kerja dapat terbangun dengan mengubah cara pandang, mengubah cara berpikir, mengubah sikap dan perilaku dan mengubah cara kerja.
ASN harus menjadi pelayan yang baik kepada publik dan memiliki Kompetensi, Literasi dan Karakter dengan motto ASN Ber-AKHLAK (A= Akuntable, K = Kompeten, H = Harmoni, L = Loyal, A = Adaptif dan K = Kolaboratif).
Sementara Dosen UIN Ar-Raniry, Dr. Maimun dalam materinya menjelaskan yang harus dilakukan oleh tenaga kependidikan adalah harus mengembangkan kemampuan untuk mendisiplinkan diri sendiri.
Baca juga: FTK UIN Ar-Raniry Luluskan 489 Mahasiswa S1, Dekan Sampaikan Pesan Pelajaran dari Imam Syafi’i
Salah satu ciri kedewasaan individu, kata Maimun, adalah patuh terhadap perintah dan aturan, serta tata tertib.
Menurutnya, kondisi yang terjadi pada beberapa tempat tenaga kependidikan, belum melaksanakan tugas dan fungsinya dengan maksimal.
Untuk itu, pimpinan perlu merencanakan program-program tertentu untuk mengaktifkan semua lini pada lembaganya.
Untuk mewujudkan program-programnya, pimpinan juga harus melakukan evaluasi melalui rapat-rapat pada setiap lini.
Baca juga: 20 Anak di Aceh Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut Misterius, Ketahui Penyebab dan Ciri-cirinya
Maimun menambahkan disiplin adalah kunci utama majunya sebuah lembaga.
Zahriana yang merupakan salah seorang peserta kegiatan ini mengatakan bahwasanya workshop seperti ini sangat diperlukan bagi tenaga kependidikan.
Dengan adanya kegiatan ini para tenaga kependidikan memperoleh energi baru dan dapat memperbaiki kemampuan, pemahaman, dan skill terkait dengan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh tenaga kependidikan.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS