Berita Aceh Timur

IPPAT Sesali Pernyataan Wali Kota Langsa, Sebut Bupati Aceh Timur Debt Collector

"Pertanyaannya, kenapa saat Bupati Aceh Timur memohon pembayaran, justru dijawab dengan reaksi tendensius oleh Wali Kota Langsa?" cetus Chairul.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/HO
Chairul Akhyar, Ketua IPPAT Aceh Timur. Ia menyesalkan pernyataan Walikota Langsa yang menyebut Bupati Aceh Timur 'debt collector'. 

"Pertanyaannya, kenapa saat Bupati Aceh Timur memohon pembayaran, justru dijawab dengan reaksi tendensius oleh Wali Kota Langsa?" cetus Chairul.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Banda Aceh mengecam keras pernyataan Wali Kota Langsa yang menyebut Bupati Aceh Timur sebagai "debt collector."

Pernyataan yang disampaikan, terkait polemik pembayaran kompensasi aset daerah ini dinilai tidak pantas dan merendahkan martabat seorang pejabat publik, Jumat (29/8/2025).

Ketua IPPAT Banda Aceh, Chairul Akhyar, dalam menyampaikan bahwa sikap Wali Kota Langsa mencerminkan kualitas komunikasi yang buruk dan tidak etis.

"Istilah 'debt collector' itu konotasinya negatif, merujuk pada penagihan yang keras dan intimidatif. Ini jelas menunjukkan upaya Wali Kota Langsa untuk merendahkan Bupati Aceh Timur di mata publik," ujar Chairul.

Menurut IPPAT, pernyataan tersebut muncul karena Wali Kota Langsa tidak mampu menyelesaikan komitmen pembayaran kompensasi aset yang telah disepakati.

IPPAT mengingatkan bahwa seorang pejabat publik harusnya memiliki sikap yang elegan dan terukur, dalam menyampaikan pernyataan.

Apalagi terkait masalah yang melibatkan dua daerah bertetangga.

"Jangan sampai ada kesan bahwa pihak yang berutang merasa benar, dan pihak yang menagih justru terkesan brutal. Padahal, faktanya proses penagihan sudah berlangsung lama, bahkan pernah dimediasi oleh KPK dan Gubernur Aceh sebelumnya," tambah Chairul.

Baca juga: Kisruh Bupati Aceh Timur dan Wali Kota Langsa, Pengamat Komunikasi: Hentikan Polemik

IPPAT juga menyoroti kebutuhan Kabupaten Aceh Timur yang sangat besar terhadap dana kompensasi tersebut.

Wilayah Aceh Timur yang luas membutuhkan banyak biaya untuk penanganan pembangunan, terutama di tengah kebijakan efisiensi keuangan dari pemerintah pusat.

Chairul juga mengungkapkan bahwa dalam rapat di kantor Gubernur Aceh beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Langsa telah berjanji untuk memasukkan anggaran kompensasi senilai Rp 16 miliar dan membayarnya sekaligus pada tahun ini.

"Pertanyaannya, kenapa saat Bupati Aceh Timur memohon pembayaran, justru dijawab dengan reaksi tendensius oleh Wali Kota Langsa?" cetus Chairul.

Atas dasar itu, IPPAT Banda Aceh menuntut agar Wali Kota Langsa segera menunaikan tanggung jawabnya sesuai perjanjian yang telah disepakati dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh Timur atas pernyataan "debt collector" yang sangat disesalkan.(*)

Baca juga: Sebut Bupati Aceh Timur Debt Collector, Jubir KPA Aceh Timur Kecam Wali Kota Langsa

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved