Ibu dan Dua Anaknya Tewas Berpelukan Saat Kebakaran di Permukiman Padat Penduduk Jakarta Utara
Pada saat api sudah mulai membesar, ketiga korban diduga sedang tertidur di dalam rumahnya sehingga tak sempat menyelamatkan diri.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tewas saling berpelukan saat kebakaran di pemukiman padat penduduk RT 08 RW 10 Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara.
Ketiga korban tersebut ditemukan tertimpa puing-puing reruntuhan rumah mereka.
Ketiga korban meregang nyawa lantaran tak kuasa menyelamatkan diri saat api berkobar membakar pemukiman padat penduduk pinggir rel, Sabtu (22/10) malam.
"Korban tertimpa puing-puing, terkubur puing," kata Ketua RT 08 RW 10 Pademangan Timur, Herno, Minggu (23/10/2022).
Herno menuturkan, titik awal api memang diduga kuat berasal dari rumah korban Ari Sulastini.
Pada saat api sudah mulai membesar, ketiga korban diduga sedang tertidur di dalam rumahnya sehingga tak sempat menyelamatkan diri.
Sementara itu, suami dari Ari Sulastini selamat lantaran pada saat kejadian sedang di luar rumah. Nahas, ketiga korban meregang nyawa usai tertimpa puing-puing bangunan rumah mereka.
Baca juga: Arab Saudi Beri Sumbangan ke Badan Bantuan PBB Untuk Pengungsi Palestina Rp 419 Miliar
Baca juga: Taliban Buru ISIS-K di Ibu Kota Kabul, Terlibat Serangan di Masjid dan Lembaga Pendidikan Perempuan
Baca juga: Gagal Ginjal Akut Diduga karena Keracunan, Walau Sudah Cuci Darah Etilen Glikol Tetap Mengendap
"Api tiba-tiba muncul dari atas rumah ibu Ari Sulastini yang kebetulan tadi kita lihat sama-sama dia sudah almarhum berikut dua anaknya," ucap Herno.
Adapun ibu tersebut bernama Ari Sulastini (28), yang tewas bersama kedua buah hatinya Aina Natalia Zahra (6) dan Ahmad Fahrizal (11).
Proses evakuasi terhadap ibu dan dua anak yang tewas dalam kebakaran tersebut dilakukan dengan mengangkut puing-puing reruntuhan lantai dua yang menimpa tubuh mereka.
Setelahnya, ketiga korban langsung dimasukan ke dalam kantong jenazah untuk dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo guna proses autopsi.
Terpantau suami korban yang ikut dalam perjalanan jenazah ke rumah sakit tak kuasa menahan tangis kepedihan melihat istri dan kedua anaknya terbujur kaku.Herno mengatakan, dari total belasan rumah yang terdampak, delapan hangus terbakar.
"Yang terdampak hangus terbakar ada delapan, semua keseluruhan yang rusak ada 16 rumah, semua di RT 08," kata Herno.
Camat Pademangan Didit Mulyadi mengatakan, total ada sekitar 110 jiwa yang terdampak dan kehilangan tempat tinggal. Mereka, kata Didit, akan diungsikan ke tempat penampungan terdekat dari lokasi.