Berita Banda Aceh
Lebih Baik Oleskan ASI ke Bibir Bayi Saat ‘Peucicap’ daripada Madu dan Gula
Selain itu, tradisi ‘peucicap’ (mencicipkan madu, gula, dan aneka buah kepada bayi sebelum berumur enam bulan) sebaiknya harus mempertimbangkan dampak
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Sebaiknya, tambah Yusniwat, hindari juga pemberian ASI pakai dot kepada bayi di bawah enam bulan. Kalau dibiasakan minum ASI pakai dot, si bayi bakal mengalami ‘bingung puting’. “Si bayi jadi bingung karena antara yang satu dengan yang lain kok kelembutan dan rasanya beda,” kata Yusniwati.
Terkait ‘peucicap’, Junaidi mengingatkan bahwa pemberian madu dan gula bisa menyebabkan saraf sensorik si bayi lebih menyukai madu dan gula yang rasanya manis daripada ASI. “Bisa-bisa setelah peucicap si bayi mulai menolak minum ASI,” kata Junaidi.
Junaidi menambahkan bahwa MPASI baru boleh diberikan kepada bayi setelah ia berumur enam bulan.
“Pangan lokal sebetulnya sangat cukup tersedia untuk diberikan kepada bayi sebagai MPASI. Bahan pangan pabrikan daya tahannya memang lama, cepat saji, dan menarik. Tapi perlu diingat bahwa ada zat pengawetnya meski dalam kadar yang dapat ditoleransi,” ujarnya.
Baca juga: Suami Berperan Besar Dukung Istri Menyusui, Jangan Beri Apa Pun Selain ASI, Termasuk Saat Peucicap
Sementara itu, Erwandi MKes mengatakan ibu hamil dan ibu menyusui sering terpengaruh iklan di media elektronik. Sehingga, belum waktunya ia berikan MPASI kepada bayinya, sudah diberikan.
“Hal ini akan mengurangi jatah si bayi mendapatkan ASI Ekskusif dari ibunya. Padahal, ASI itu minuman yang protein dan gizinya tidak tergantikan dengan apa pun,” kata Erwandi.
Ia tambahkan bahwa ikan dan sayuran itu termasuk pangan lokal untuk MPASI yang kalau itu dibeli dan diolah berarti kita ikut memberdayakan perekonomian masyarakat penghasil atau penjual sayuran dan ikan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/DISKUSI-SOAL-ASI.jpg)